KH Didin Hafidhuddin: Adanya Penyimpangan di Balik Moderasi Beragama Saat Ini

Penyimpangan di Balik Moderasi Beragama
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Didin Hafidhuddin
banner 800x800

banner 800x800



Hajinews.id – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Didin Hafidhuddin meluruskan pemahaman tentang moderasi beragama.

Moderasi kalau dalam pengertian yang benar, yang moderat, itu sah-sah saja. Salah satu ciri ajaran Islam menurut Yusuf Qardhawi adalah moderasi yaitu keseimbangan, seimbang antara pribadi dengan sosial, seimbang antara dunia dan akhirat,” jelas Kiai Didin, Selasa (23/11) melalui kajian online di Kalam TV.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Menurutnya, moderasi yang benar itu keseimbangan, dan Islam menekankan perlunya keseimbangan dan keadilan.

Hal tersebut diterangkan Allah dalam firman-Nya dalam surat Al Baqarah ayat 143 yang artinya:

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.“

Akan tetapi, kata Kiai Didin, saat ini terjadi penyimpangan dalam memahami moderasi.

“Jangan diartikan moderasi seperti sekarang, orang melakukan kemunkaran dibiarkan dengan alasan Islam itu agama moderat,” jelasnya.

Moderat, kata Kiai Didin, juga bukan berarti menghalalkan segala cara, akidahnya salah kalau membiarkan kesalahan.

“Misalnya ada kelompok sesat yang meyakini ada nabi baru setelah Nabi Muhammad, dan kemudian itu kita biarkan dengan alasan moderat, bukan seperti itu,” kata Kiai Didin.

“Kalau membenarkan yang salah dengan alasan moderasi sehingga orang tidak memiliki akidah yang benar maka itu bertentangan dengan ajaran Islam,” tandasnya. [si]

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *