Gus Baha: Hati-hati, Jangan Terlalu Sering Salat Fardhu di Awal Waktu, Ada 2 Dosa yang Menanti

Jangan Terlalu Sering Salat Fardhu di Awal Waktu
Gus baha
banner 800x800

banner 800x800



Hajinews.id – Ulama muda Gus Baha kali ini mengungkap tentang resiko apabila terlalu sering Salat fardhu di awal waktu.

Hal itu bisa menjadikan orang berbuat dosa karena satu hal dan sebaiknya tidak terlalu fanatik dengan hal tersebut.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Maka dari itu, ikuti penjelasan Gus Baha ini sampai selesai agar tahu alasan dari resiko dosa Salat fardhu di awal waktu.

Dilansir dari video yang diunggah kanal YouTube SANTRI OFFICIAL pada Jumat, 5 Februari 2021 menjelaskan tentang alasan yang dimaksud.

Salah satu ibadah yang wajib dikerjakan dan haram ditinggalkan ialah menunaikan Salat fardhu.

Orang yang sengaja meninggalkan ibadah wajib tersebut niscaya akan mendapatkan dosa besar dari Allah.

Akan tetapi, Allah memberikan banyak kelonggaran waktu bagi orang untuk melaksanakannya, sehingga tak ada alasan untuk meninggalkannya.

Menurut Gus Baha, semua ulama sepakat bahwa waktu terbaik Salat fardhu itu di awal waktu.

Orang yang mengerjakannya di waktu tersebut akan mendapatkan pahala sunnah karena mengikuti anjuran Nabi Muhammad saw.

Akan tetapi, ulama kelahiran Rembang itu menghimbau agar setiap orang tidak terlalu sering melaksanakannya di awal waktu.

Bahkan, menurutnya jangan sampai ada orang yang mewajibkan untuk menunaikannya di waktu tersebut. Hal ini bisa menjadi dosa pertama karena mewajibkan sesuatu yang sunnah.

“Kalau di awal waktu ya (silakan) di awal waktu tapi tidak perlu mewajibkan (orang lain) biasa saja,” tegasnya.

Apabila seseorang terlalu fanatik melaksanakan sunnah tersebut, maka Salat fardhu akan dianggap masalah karena menyela aktivitas penting.

Hal itulah yang dapat memunculkan dosa kedua karena menganggap ibadah wajib sebagai masalah hidup.

“Masalahnya nanti kalau semua di awal waktu, lama-lama sholat dianggap problem bagi yang sedang makan, sedang perjalanan, sedang asyik sesuatu,” ujarnya.

Gus Baha menjelaskan, bahwa sesekali menunaikannya di pertengahan atau di akhir itu sebagai pengingat bahwa itu sunnah, tidak wajib.

Sementara itu, Allah menyediakan waktu Salat fardhu yang sedemikian rupa utu untuk memudahkan manusia dalam beribadah. [jmbr]

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *