Luhut Mengaku Nasib Ekonomi Indonesia Bergantung China, Rocky Gerung: Akhirnya Mengerti RI Banyak Merugi

Rocky Gerung Sebut Skandal PCR Gate Libatkan Jokowi
Rocky Gerung
banner 800x800

banner 800x800



Hajinews.id — Kondisi ekonomi Indonesia hingga saat ini masih dalam tahap pemulihan usai sempat merosot akibat pandemi Covid-19.

Terkait kondisi ekonomi Indonesia, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, belum lama ini mengakui bahwa RI tergantung kepada China.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Menurut Luhut, nasib ekonomi Indonesia tidak bisa lepas dari China.

Ia menuturkan bahwa kondisi perekonomian China akan berdampak pada ekonomi Indonesia.

Artinya, jika perekonomian China melambat, maka Indonesia pun akan mengalami hal yang sama.

Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan ini lantas ditanggapi oleh pengamat politik, Rocky Gerung.

Dalam keterangannya, Rocky mengatakan bahwa lewa pernyataan tersebut, Luhut sebenarnya telah menyadari bahwa perdagangan dengan China sering merugikan Indonesia.

“Sinyal semacam ini yang akhirnya membatalkan seluruh arogansi dari pemerintah ini kan. Karena memilih untuk proxy dengan China dan nggak punya hitungan sebetulnya, secara strategis apa untungnya?” ujarnya, dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari kanal YouTube Rocky Gerung Official.

“Jadi yaudah sudah terjadi, sehingga Presiden pesimis dengan keadaan, Pak Luhut juga akhirnya mengerti bahwa perdagangan dengan China selama ini sebetulnya lebih banyak merugikan Indonesia dari segi geopolitik terutama, karena persekutuan dengan China sekaligus berarti blok untuk melawan Amerika,” terangnya.

Lebih lanjut, Rocky Gerung mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kesalahan dalam menyusun strategi.

Pria yang juga seorang filsuf itu menyebut bahwa Jokowi pun sudah menyadari kesalahan tersebut.

Menurutnya, Jokowi sudah mengeluh tentang perekonomian yang memburuk dan daya serap China terhadap ekspor Indonesia juga turun.

Tak hanya Luhut dan Jokowi, lanjut Rocky Gerung, Menteri Keuangan, Sri Mulyani pun menunjukkan gelagat yang sama terkait perekonomian Indonesia ini.

Namun, ia kemudian dibuat heran dengan sikap Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang justru masih sangat optimis tentang ekonomi Indonesia.

“Jadi bagaimana mungkin di dalam kabinet ada 2 psikologi, yang tiga orang menteri utamanya, (dan) Jokowi sendiri, Luhut dan Sri Mulyani pesimis, (tapi) Airlangga optimis, juga beberapa pejabat bank kan optimis, ini memusingkan investor dan dunia usaha untuk mengatur perencanaan tuh,” tuturnya.

“Ini gilanya kabinet kita, di dalamnya sendiri berbeda pandangannya, yang satu pesimis, yang satu optimis,” kata sang pengamat politik.

Ia lantas menilai bahwa seharusnya Jokowi menerangkan kepada dunia usaha apakah Indonesia saat ini pesimis atau optimis.(dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *