Suram! Ulah BUMN Bikin Jokowi Malu dan Marah Besar: Saya Sampai Ditanyain

banner 800x800

banner 800x800



JAKARTA, Hajinews.id — Presiden Joko Widodo (Jokowi) malu terhadap investor hingga negara lain imbas ulah sejumlah BUMN. Jokowi pun marah besar akibat ulah BUMN tersebut.

Presiden Jokowi terang-terangan menyentil sikap manajemen BUMN yang dinilai lamban dan tidak memiliki respons apapun saat diberikan kesempatan bermitra dengan sejumlah investor asing. Padahal, investasi yang ditawarkan mencapai ribuan triliun.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Kita bukain pintu, enggak ada respon apa-apa ya gimana saya, kadang-kadang sering malu saya, udah bukain pintu, bukain pintu, tapi enggak ada respon ke sana. Investasi memang ribuan triliun, tapi kalau kita mau gede ya memang harus berpikiran gede. Kita mau gede, tapi mimpinya kecil ya gimana mau jadi gede,” tegas Jokowi saat memberikan arahan kepada 20 Direktur Utama (Dirut) BUMN seperti dikutip, Jakarta, Minggu (17/10/2021).

Jokowi bahkan mengaku malu terhadap Perdana Menteri India Narendra Modi saat kedua negara ingin menjajaki investasi di sektor kesehatan. Menurutnya, ada beberapa negara yang ingin menggandeng Indonesia sebagai mitra kerja sama di sektor kesehatan, termasuk Bangladesh dan India.

Pimpinan antara negara itu sudah membuka pembicaraan awal. Bahkan, Narendra Modi mengirimkan timnya ke Indonesia untuk menindaklanjuti kemitraan tersebut. Namun, kesempatan itu justru tidak direspons oleh manajemen BUMN.

“Yang urusan dengan kesehatan, bukain Bangladesh, bukain ke India, saya sendiri, Perdana Menteri Narendra Modi, di sini enggak merespon, gimana? Sampai tanyain dua kali ke saya, sudah ngirim tim ke sini, enggak ada tindak lanjut,” katanya.

Padahal, ketahanan kesehatan Indonesia sangat penting bagi masyarakat. Jokowi menegaskan, infrastruktur dan fasilitas kesehatan Indonesia harus dibenahi secara total. Pasalnya, masih terdapat banyak kekurangan.

“Ketahanan kesehatan ini ke depan juga sangat penting sekali dengan pandemi yang kita hadapi sekarang ini. Mau tidak mau infrastruktur kesehatan kita, fasilitas kesehatan kita harus benahi total. Kelihatan sekali kekurangannya di sebelah mana, kelihatan sekali, kurang semuanya, yang paling cepat yang melakukan, mereform, ya BUMN,” tegas Jokowi.

Indonesia, kata Jokowi, memiliki prospek yang menjanjikan bagi banyak investor dan negara-negara di dunia. Pasalnya, Indonesia diprediksi menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-4 di dunia dalam jangka waktu 10-20 tahun mendatang. Hal ini membuat Jokowi pede bila BUMN mampu bermitra dengan investor dari negara lain

Alih-alih memanfaatkan kesempatan itu, BUMN justru acuh tak acuh. Padahal, Kementerian BUMN sebagai pemegang saham terus mendorong perseroan untuk mentransformasikan segala lini bisnisnya, khususnya menguatkan sumber daya manusia (SDM) hingga teknologi.

Jokowi mengakui Indonesia masih memiliki kekurangan di aspek tersebut. Artinya, perusahaan negara belum cukup kuat atau secara mandiri menggarap proyek dengan nilai investasi zombo. Maka diperlukan kerja sama dengan negara atau perusahaan lain yang secara kapasitas sumber daya mumpuni.

“Kita memerlukan modal yang sangat besar, yang kedua memerlukan teknologi, itu yang kita belum memiliki kemampuan ke sana. Sehingga sekali lagi cari partner, banyak sebetulnya, tapi kita sendiri enggak pernah merespon sih,” kata Jokowi.(dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *