Kapan Jin Diciptakan Allah? Inilah Penjelasannya

Kapan Jin Diciptakan Allah?
Kapan Jin Diciptakan Allah? Inilah Penjelasannya
banner 800x800

banner 800x800



Hajinews.id – Dalam satu Hadis diterangkan bahwa Malaikat diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan (diceritakan) kepada kalian. (HR Muslim)

Jin memiliki arti sesuatu yang halus dan tersembunyi. Makhluk ini kasat mata dan tidak bisa dilihat seperti yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an: “…Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-A’raf: 27)

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Pada dasarnya apapun makhluk yang diciptakan, tidak lain tujuannya untuk menyembah Allah dan mengabdi kepada-Nya. Sebagaimana firman-Nya:

وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ

“Dan Aku tidak menciptakan Jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. (QS Adz-Dzariyat: 56)

Pertanyaannya, kapan Jin diciptakan? Adapun mengenai kapan jin diciptakan, tidak ada Nash yang jelas tentang waktunya baik dari Al-Qur’an maupun Hadis yang mengisyaratkannya. Namun, beberapa ulama berpendapat bahwa Jin diciptakan 200 tahun sebelum diciptakannya manusia.

Jika merujuk kepada ayat Adz-Dzariyat Ayat 56 di atas: “Wa maa khalaqtul jinna wal insa illaa liya’buduun“. Allah menyebut Jin (Jinna) pertama kali baru kemudian menyebut manusia (Insa). Itu artinya, Allah lebih dulu menciptakan golongan Jin sebelum menciptakan manusia.

Penciptaan Jin sebelum manusia juga secara jelas diterangkan di dalam Al-Qur’an Surta Al-Hijr Ayat 27:

وَالۡجَـآنَّ خَلَقۡنٰهُ مِنۡ قَبۡلُ مِنۡ نَّارِ السَّمُوۡمِ‏
Waljaaanna khalaqnaahu min qablu min naaris samuum

Artinya:
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (Al-Hijr Ayat 27)

Tafsir Ayat:

Dalam Tafsir Kemenag disebutkan bahwa Allah menerangkan bahwa Dia telah menciptakan Jin dari api yang sangat panas sebelum menciptakan Adam. Tentang hakikat api ini, hanyalah Allah yang mengetahui. Sesuai dengan hadis bahwa tabiat manusia itu berbeda-beda menurut keadaan tanah yang membentuk dirinya, maka hal ini dapat dijadikan dalil bahwa tabiat Jin itu sesuai dengan tabiat asal kejadiannya.

Sebagaimana api bersifat panas, maka tabiat Jin pun demikian pula. Api dengan tiba-tiba dapat menggejolak menjadi besar, kemudian tiba-tiba menjadi susut dan kecil. Demikian pula Jin, suka tergesa-gesa, cepat menjadi marah, suka mempermainkan dan menyakiti manusia, kadang-kadang tunduk dan patuh kepada Allah, tetapi serta merta membangkang dan mendurhakai Allah.

Manusia bersifat sesuai dengan sifat asal kejadiannya, seperti bersifat sabar, suka menumbuhkan, mengembangkan, memelihara dan mencari sesuatu yang baik, suka mengindahkan perintah, mempunyai sifat suka tunduk dan patuh, walaupun kadang-kadang ia durhaka kepada Allah karena tunduk dan mengikuti hawa nafsunya.

Dalam hadis qudsi disebutkan asal kejadian Malaikat, Jin dan manusia berdasarkan riwayat Sayyidah ‘Aisyah:
“Allah berfirman, ‘Aku telah menciptakan Malaikat dari cahaya, dan Aku telah menciptakan jin dari nyala api dan telah diciptakan Adam sebagaimana yang telah diterangkan kepadamu.” (Riwayat Ahmad dan Muslim dari ‘Aisyah)

Jin itu diberi beban dan tanggung jawab oleh Allah, sebagaimana manusia diberi beban dan tanggung jawab, ia berkembang dan berketurunan. Hanya saja manusia tidak dapat melihatnya, sedang ia dapat melihat manusia. [kalam]

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *