Nabi Muhammad SAW Juga Wafat di Hari Senin, Kenapa Tidak Dirayakan Seperti Maulid? Ini Jawaban Gus Baha

Maulid Nabi Muhammad SAW
Maulid Nabi Muhammad SAW


Hajinews.idGus Baha menjelaskan pertanyaan tentang hari wafat Nabi Muhammad SAW kenapa tidak dirayakan seperti Maulid Nabi.

Karena hari wafat dan hari lahir Nabi Muhammad SAW sama-sama pada hari Senin, Gus Baha pun menjelaskan dengan gamblang agar mudah dimengerti.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Menurut Gus Baha, pertanyaan tentang kenapa hari wafat Nabi Muhammad SAW tidak dirayakan berasal dari mereka yang menghukumi Maulid Nabi sebagai bid’ah.

Gus Baha menjelaskan ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh mereka yang tidak mau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menganggapnya bid’ah.

Gus Baha mengutip perkataan Syaikh Muhammad tentang syariat Islam yang pada dasarnya mendorong agar semua orang itu senang.

“Seperti ketika aqiqah. Itu artinya untuk berbagi kebahagiaan. Ketika ada yang meninggal, syariat melarang orang untuk meratapi,” kata Gus Baha seperti yang dikutip dari YouTube Ngaji Ben Aji Official.

Jadi, kenapa kematian Nabi Muhammad SAW tidak dirayakan seperti Maulid Nabi?

Karena kita diminta untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW untuk berbagi kebahagiaan.

“Kita ini harus seneng dan seneng terus karena kita diberi hadiah dengan adanya Nabi Muhammad SAW yang mengumpulkan semua keagungan yang ada,” lanjut Gus Baha.

Dengan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, orang menjadi bahagia.

Makna syair di dalam Al-Barzanji juga tentang kebahagiaan.

Itulah mengapa Almarhum Maimoen Zubair mengingatkan seluruh santrinya untuk tidak pernah meninggalkan ndibak dan Al-Barzanji.

Karena keduanya menjadi pengingat bahwa sebagai makhluk, kita harus sadar siapa diri kita dan berbahagia dengan hadirnya Nabi Muhammad SAW sebagai penolong.

“Paling engga yang datang dapat berkat itu seneng,” kata Gus Baha. [semarang]

 

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *