Air Bersih Di Desa Lokal

Air Bersih
Air Bersih Di Desa Lokal


Oleh Firman Cecak

Hajinews.id – Bagi orang-orang yang beruntung dan mempunyai hak istimewa, air bersih adalah sebuah kepastian. Kita tidak pernah mengenal jenis air yang lain.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Namun, bagi satu miliar orang di seluruh dunia, hal yang dikenal adalah air kotor, yang penuh dengan parasit. Air ini—yang untuk mendapatkannya orang harus berjalan kaki selama beberapa jam—adalah penting untuk hidup, tapi juga membuat orang sakit.

Contohnya kasus Water Health International. Ketika WHI tiba di sebuah desa dengan kios pemurnian air, beberapa warga langsung memahami kemungkinan dampaknya. Mereka membeli jerigen khusus dari WHI lalu membayar isi ulangnya setiap hari. Uang yang digunakan untuk membeli air bersih menghasilkan imbalan dalam bentuk waktu yang dihemat, peningkatan produktivitas, dan berkurangnya biaya kesehatan.

Namun, tidak semua orang segera membeli air itu. Sebagian besar warga tidak membelinya. Malah, ini mengikuti kurva adopsi yang sama dari hampir segala hal, dari mainan hingga komputer. Para pengadopsi membelinya terlebih dulu. Mereka mungkin cukup berpendidikan untuk menyadari bahwa air bersih adalah input yang dahsyat, tapi lebih besar kemungkinannya bahwa mereka sekadar suka membeli hal-hal yang baru.

Para pengadopsi awal ini tidak hanya bersemangat untuk mencoba lebih dulu, mereka juga bersemangat untuk berbicara tentang pengalaman mereka. Kendi air berwarna cerah yang disyaratkan WHI/ (agar mereka tahu bahwa mereka tidak mengisi ulang bejana yang tercemar) *adalah lencana kehormatan dan ajakan untuk bercakap-cakap. Namun tetap saja, hari-hari awal lumayan lambat. Mengubah kebiasaan multigenerasi yang berkaitan dengan kelangsungan hidup seperti air tidak bisa langsung terjadi.

Tetap saja, para pengadopsi awal tidak berhenti membahasnya. Ini bukan mode sesaat; air segar dibutuhkan setiap hari, selamanya. Dan air mudah dibagikan dan dibicarakan.

Untuk melanjutkan pergeseran lokal, WHI mengirim perwakilan ke sekolah lokal. Dilengkapi dengan sebuah proyektor mikroskop, perwakilan bekerja dengan guru dan meminta setiap siswa untuk membawa sampel air dari rumah mereka.

Dengan sampel yang ditampilkan di dinding, mikroskop menunjukkan kisah jelas yang beresonansi dengan anak-anak berusia delapan tahun di kelas. Seperti inilah rupanya kuman. Seperti inilah rupanya parasit. Akhirnya, para siswa pulang dan menceritakannya kepada orangtua mereka.

Dan sekarang status mulai berperan.

Ketika anak Anda yang masih kecil berbicara tentang tetangganya yang punya air bersih… dan Anda tidak punya. Ketika Anda melihat para anggota terhormat dari hierarki desa membawa jerigen khusus. Ketika Anda ragu untuk menjamu seseorang di rumah Anda karena Anda tidak bisa menawarkan air bersih untuk tamu Anda.

Ini adalah sebuah ratchet, tapi bukan ratchet yang didasarkan pada efek jaringan perangkat lunak yang jelas. Ini didasarkan pada efek jaringan orisinal, yang dibangun berdasarkan orang-orang yang tinggal di sekitar. Seiring bertambahnya orang di desa itu yang mendapatkan air bersih, mereka yang tidak mempunyai air bersih menjadi terkucil dan juga merasa bodoh. Sebagian besar dari mereka mampu membeli air bersih (karena penghematan waktu dan dampak), tapi pergeseran emosional adalah bagian sulitnya. Setelah beberapa bulan, air melintasi chasm lokal dari pengadopsi awal ke penduduk desa selebihnya.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *