Hikmah Pagi : 3 Orang Ini Kuburannya Sempit Sampai Kiamat



 

 

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Hajinews.id – Berdasarkan ayat al-Qur`an dan Hadits Nabi, azab kubur itu ada. Di antara mereka ada yang kuburannya dipersempit dan dihimpit. Pada tulisan ini akan disebutkan 3 contoh orang yang kuburannya sempit.

Tiga contoh yang akan dikemukan dalam tulisan ini, terkait 3 orang yang kuburannya sempit, penyebab mereka disiksa, ada yang karena terkait hubungan dengan manusia, ada yang terkait dengan Allah dan ada yang berkaitan dengan manusia dan Allah sekaligus. Berikut ini rinciannya:

Pertama, mengambil tanah orang secara zalim, meski hanya sejengkal atau sehasta. Sabada Nabi:

مَنْ اقْتَطَعَ شِبْرًا مِنْ الْأَرْضِ ظُلْمًا طَوَّقَهُ اللَّهُ إِيَّاهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ

“Barangsiapa mengambil sejengkal tanah saudaranya dengan zhalim, niscaya Allah akan menghimpitnya dengan tujuh lapis bumi pada hari Kiamat.” (HR. Muslim) Orang yang dalam hidupnya mengambil tanah orang lain secara zalim, walau itu hanya sejengkal, atau lebih kecil dari itu, maka ini akan mempersempit kuburannya.

Terkait hal ini ada kisah menarik. Suatu hari Arwa binti Uwais menuduh Sa’id bin Zaid telah mengambil sebagian dari tanahnya, lantas dia mengadukan kepada Marwan bin Hakam, maka Sa’id berkata: “Mungkinkah saya mengambil sebagian tanah miliknya setelah saya mendengar sesuatu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”

Marwan berkata: “Apa yang kamu dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Sa’id menjawab, “Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengambil sejengkal tanah dengan cara zhalim, maka pada hari kiamat ia akan dihimpit dengan tujuh lapis bumi.”

Lalu Marwan berkata kepadanya, “Saya tidak akan menanyakan bukti lagi kepadamu setelah mendengar (sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) ini. Kemudian Sa’id berdo’a, “Ya Allah, jika ia (wanita) berdusta, maka butakanlah matanya dan bunuhlah dia di tanahnya sendiri.” Urwah berkata: “Ternyata dia (Arwa) tidak meninggal kecuali dalam keadaan buta, dan tatkala dia berjalan-jalan di tanah pekarangannya, tiba-tiba dia terpeleset ke dalam lubang dan meninggal dunia.” (HR. Muslim)

Kedua, orang munafik. Yaitu orang yang menampakkan secara lahiriah beriman, tapi hatinya mengingkarinya. Tampak dari luar sebagai muslim, tapi hatinya sangat membencinya.

Ketika dalam kubur, orang demikian tidak bisa menjawab pertanyaan malaikat. Lalu dikatakan kepada bumi: “Himpitlah dia!” Lantas bumi menghimpitnya hingga persendiannya hancur. Dan dia terus diadzab di dalamnya hingga Allah membangkitkan dari tempat tidurnya.” (HR. Tirmidzi)

Ketiga, orang kafir. Yaitu orang yang secara terang-terangan tidak mau beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dalam hadits cukup panjang Nabi menceritakan apa yang dialami orang kafir dalam kubur, bahwa orang kafir akan diberi permadani dan pakaian dari neraka, pintu-pintu neraka pun dibuka, kemudian didatangkan kepadanya panas dan baunya neraka, lalu kuburnya disempitkan hingga tulangnya saling berhimpitan.

Lalu orang kafir itu dibelenggu dalam keadaan buta dan bisu. Tak hanya itu, disediakan sebuah pemukul dari besi untuknya, sekiranya pemukul itu dipukulkan pada sebuah gunung niscaya akan menjadi debu. Orang kafir itu kemudian dipukul dengan pemukul tersebut hingga suaranya dapat didengar oleh semua makhluk dari ujung timur hingga ujung barat -kecuali jin dan manusia- hingga menjadi debu. Baru kemudian ruhnya dikembalikan lagi.” (HR. Abu Dawud)

Dari keterangan beberapa hadits itu, setidaknya ada 3 contoh orang yang kuburannya sempit sampai kiamat: Pertama, orang yang mengambil tanah orang lain secara zalim, sekecil apapun itu. Kedua, orang munafik. Ketiga, orang kafir.

Oleh karena itu, bagi orang yang ingin kuburannya tak sempit, maka jangan mengambil tanah yang bukan haknya sekecil apapun itu, kemudian jangan menjadi orang munafik dan yang terakhir berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya dengan keimanan yang sebenar-benarnya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menyatakan kuburan yang sempit:

إِنَّ لِلْقَبْرِ ضَغْطَةً، وَلَوْ كَانَ أَحَدٌ نَاجِيًا مِنْهَا نَجَا مِنْهَا سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ

“Dalam kubur ada sebuah himpitan, seandainya ada seorang yang selamat darinya, maka Sa’ad bin Muadz termasuk orangnya.” (HR. Ahmad) Semoga, kuburan kita tidak sempit, bahkan dihimpit. Dan untuk itu, perlu meneladani hayat Saad bin Mu’adz Radhiyallahu ‘anhu. Semoga tidak mengalami nasib seperti 3 orang yang kuburannya sempit sampai kiamat.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *