Gus Mus: Kita Harus Berjarak dengan Dunia

Gus Mus: Kita Harus Berjarak dengan Dunia
Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, KH. Ahmad Mustofa Bisri


Hajinews.id –  Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, KH. Ahmad Mustofa Bisri mengucapkan keprihatinannya karena saat ini setiap kita membuka media sosial, apakah itu Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, isinya Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raji’un semua.

“Jadi saya melihat pandemi yang sekarang dialami oleh dunia dan juga kita ini merupakan wabah kemanusiaan, ini bukan wabah perorangan, bukan wabah kelompok, bukan wabah etnis, bahkan bukan wabah agama, negara ataupun bangsa. Ini adalah wabah kemanusiaan,” ujar kiai yang juga merupakan Mustasyar PBNU itu dalam video yang diunggah di kanal Youtube GusMus Channel.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Tokoh yang biasa disapa Gus Mus ini mengatakan hanya orang yang tidak pernah mendengar informasi atau istilahnya orang sekarang tidak pernah piknik, yang tidak merasakan ada pelajaran besar dari Allah SWT.

“Saya memandang pandemi atau Covid-19 ini merupakan pelajaran yang luar biasa langsung dari Allah SWT,” kata Gus Mus.

Menurut Gus Mus, ketika para kiai-kiai memberi peringatan kepada kita, silahkan jika mau mencari dunia karena itu tidak haram. Asal jangan keterlaluan dan bisa menjaga jarak dengan dunia itu.

“Kalian butuh apa, itulah yang ada cari. Tidak usah begitu akrab sekali sehingga kita berjarak dengan keluarga, berjarak dengan anak istri, karena kita menggeluti dunia itu sedemikian asyiknya,” tutur Gus Mus.

Lebih lanjut Gus Mus memaparkan, pada saat kiai-kiai mengingatkan kepada kita, untuk berlaku sedang saja dalam menikmati duniawi atau tidak berlebihan. Kita justru tidak mendengarkan, kita sibuk sehari-hari untuk urusan dunia.

“Bahkan ibadah yang seperti salat itu, yang merupakan tiang agama, itu sambilan selama ini,” tambah Gus Mus.

Gus Mus menambahkan jika pelajaran itu karena kasih sayangnya Allah SWT kepada manusia. Maka kita diberi peringatan sekali lagi yang besar sekali.

“Kita harus berjarak dengan dunia, dan kita mulai tertatih-tatih meninggalkan keakraban kita dengan dunia, kita menjadi dekat dengan keluarga, kita menjadi asyik dengan istri dan anak kita,” tutup kiai yang baru saja berulang tahun ke-77 itu.

Sumber: akurat

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *