Sempat Jadi Tim-8 Besutan Presiden SBY, Demokrat: Anies Sejak Dulu Dukung KPK

Anies Baswedan memberi keterangan pers usai diperiksa KPK terkait kasus korupsi pengadaan lahan di Munjul. (foto; Instagram


JAKARTA, Hajinews — Wakil Sekjend Partai Demokrat, Jansen Sitindaon angkat topi terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Anies diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur pada tahun 2019, di gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Baru lihat konpres mas Anies di KPK tadi. Keterdesakan dibaliknya jadi opportunity. Menjelaskan sejak lama dia selalu dukung kerja-kerja KPK. Waktu Rektor Paramadina, Antikorupsi jadi mata kuliah wajib, jadi Ketua Komite Etik KPK dll,” tutur Jansen dikutip dari cuitannya di Twitter, Rabu (22/9/2021).

“Bolehlah memang murid kesayangan Prof Dwight King ini,” sambungnya.

Jansen kemudian menjelaskan sosok Prof Dwight King yang disebutnya sebagai guru Anies dalam hal pemberantasan korupsi.

“Siapa Prof Dwight King ini ya? Ini nama rekaan atau benaran? Haha. Ini nama benaran. Prof King ini Guru Besar di Northern Illinois University. Atau biasa disebut DeKalb. Beliau sdh almarhum. Salah satu murid “terbaiknya” ya mas @aniesbaswedan ini,” jelasnya.

Anies Baswedan usai diperiksa KPK selama 5 jam menegaskan selalu siap membantu KPK dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi terkait dengan sangkaan kasus korupsi di Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

Mantan Mendikbud ini mengenang saat dirinya terlibat sebagai Ketua Komite Etik Lembaga Antirasuah tahun 2013 lalu.

Kemudian pada tahun 2009, ia juga bertugas sebagai Anggota Tim-8 yang ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Di samping itu, saat bertugas sebagai rektor, ia juga menjadikan Mata Kuliah Anti Korupsi sebagai mata kuliah yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa (Mata Kuliah Dasar Umum, MKDU).

Kampus pertama di dunia (dan satu-satunya) yang menjadikan Anti Korupsi sebagai MKDU, bukan sekadar mata kuliah pilihan.

“Ini semua adalah bagian dari ikhtiar kita bersama dalam kapasitas apapun untuk terus menerus mendukung usaha memerangi korupsi. Termasuk, untuk membantu KPK dalam menjalankan tugasnya memberantas korupsi,” tegas Anies dilansir dari unggahannya di Instagram.

Ia berharap keterangan dan penjelasan yang disampaikan ke KPK bermanfaat serta bisa ikut membantu menuntaskan proses penegakan hukum yang sedang berlangsung.(dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *