Memang Sudah Saatnya

Memang Sudah Saatnya
Memang Sudah Saatnya


Oleh Prof Yogiantoro

Kalau badanku sudah banyak merasakan serba gak enak, memang sudah saatnya.
Kalau sedikit-sedikit sakit, memang sudah saatnya.
Kalau rambutku sudah mulai memutih, memang itu sudah saatnya.
Kalau gigiku sudah mulai tanggal satu demi satu, memang sudah saatnya.
Kalau aku sudah mulai pelupa, memang sudah saatnya.
Kalau sudah mulai banyak capai dan lelah, memang sudah saatnya.
Kalau aku sering uring-uringan, memang sudah saatnya.
Kalau segala keperkasaanku mulai memudar, memang sudah saatnya.
Kalau aku sudah mulai gampang melankolis, memang sudah saatnya.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Memang Sudah Saatnya aku lebih mengurangi kehidupan duniawi dan saatnya mempersiapkan “keberangkatan” (mudik) menuju “Kampung Halaman” yang merupakan Kehidupan Abadi.

Takkan mungkin lagi aku Menumpuk Harta, tapi aku harus Menumpuk Pahala.
Takkan mungkin lagi aku Mengumbar Syahwat, tapi aku harus Mengumbar Hasrat Akhirat.

Sebayaku sudah banyak yang “Mendahuluiku” untuk menghadap-Nya.

Bulan lalu si Fulan,

Pekan lalu si Fulana,

Sekian hari yang lalu si Fulani,

Wallahu A’lam giliranku masih jauh atau sudah dekat ???, tapi itu PASTI….

Pada hari apa ; jam berapa ; dan dimana. Tidak satu orang pun yang tahu….

Seandainya saja aku bisa bertanya kepada mereka “yang sudah disana” tentang kehidupan di alam sana, mungkin mereka bisa bercerita suka dukanya, sehingga aku bisa mempersiapkan hal-hal terbaik sebagai bekal.

Tanda-tanda itu sudah ada, entah kapan pasti datang. Aku takkan mampu minta penundaan saat Malaikat yang diperintah menghampiriku dan mengabarkan tentang kepulanganku.
Saat hal itu datang, takkan mungkin lagi aku berpamitan pada anak-anakku, saudara2ku., kerabat dan sahabat.
Mereka yang jauh hanya berucap Innalillaahi Wainnaa illaihi Rooji’un tanpa mungkin bisa memandang wajahku yang terbujur apalagi menghantarkanku ke kubur.

Kesedihan hanya beberapa hari, selebihnya tinggal kenangan.

SUDAH SAATNYA KITA MERENUNGKAN HAL ITU”.

Kalimat itu sungguh membuat kita semua merenung: “Giliran kita Kapan?”….

Dimana kita nanti bertemu Izrail???
Dalam keadaan bagaimana???
Berdzikir kah…
Bernyanyi kah…
Salat kah…
Wallahu A’lam.
Yang jelas kita semua bakal menghadapinya…

Surah Ali Imran (3): 185
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْت
“Tiap-tiap yang Bernyawa Pasti Akan Merasakan Mati”.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *