Hikmah pagi : Dua Mata yang Tak Tersentuh Api Neraka



Hajinews.id – Salah satu permohonan orang saleh adalah dijauhkan dari api neraka dan diselamatkan darinya. Selain memohon ridha-Nya, itulah harapan tertinggi orang beriman kepada Allah SWT dan Hari Akhir.

Ada derai air mata yang terus mengalir sebagai bukti betapa hamba-hamba yang saleh mendambakan ridha-Nya dan memohon dijauhkan dari siksa neraka. Ada sahabat menangis terus menerus. Ada yang takut hingga bersandar sejenak pun ia enggan karena terbayang siksa-Nya yang pedih di hari pembalasan nanti. Bagaimana dengan kita?

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Air mata yang tak pernah kering dari hati yang tak pernah beku tenryata menjadi wasilah yang akan menjauhkan kita dari api neraka. Kabar ini disampaikan melalui sabda Rasulullah SAW. Dari sahabat Ibnu Abbas, Nabi SAW bersabda:

عَيْنَانِ لاَ تَمَسُّهُمَا النَّارُ عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ

“Dua mata yang tidak akan tersentuh oleh api neraka yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang bermalam (begadang) untuk berjaga-jaga (dari serangan musuh) ketika berperang di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi)

Mata atau penglihatan memang menjadi sumber malapetaka kala ia tak dijaga. Namun, dari hadits di atas menunjukkan, betapa mata menjadi tameng dan perisai dari panas neraka di Akhirat kelak. Dari dua mata yang dikabarkan Rasulullah SAW tersebut adalah mata yang menjadi pelindung kita. Maka pilihlah salah satunya, jika keduanya dirasa berat.

Jangan sampai mata kita justru menjadi perantara yang akan menjerumuskan ke dalam tungku pembakaran terbesar tersebut. Semoga kita terlindung dari pedihnya ancaman di hari tak ada naungan itu kecuali naungan dari Allah Azza wa Jalla. Semoga dari hati yang bening lagi bersih dari segala penyakit, berderailah air mata taqwa karena rasa takut kepada-Nya. Amin, Yaa Rabbal ‘Alamin.

1. Mata Menangis karena Takut kepada Allah Ta’ala

Menangis karena takut kepada Allah Ta’ala adalah tangisan paling tulus yang datang dari jiwa yang bersih. Air mata yang meleleh datang dari kelembutan hati yang membuncahkan rasa takut kepada-Nya. Karena dari kerasnya hati hanya akan membuat air mata kering, hampa tanpa hidayah-Nya.

Imam Ibn al-Qayyim berkata dalam “Bada’i al-Fawa’id”: “Dan kapan mata kering dari menangis karena takut kepada Allah Ta’ala? Ketahuilah bahwa keringnya air mata datang dari kerasnya hati, dan hati yang terjauh dari Allah adalah hati yang keras.

Rasulullah SAW sendiri meminta perlindungan dari hati yang tidak memiliki rasa takut seraya bersabda:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ، ومِنْ دُعَاءٍ لاَ يُسْمَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ، وَمِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَؤُلاَءِ الأَرْبَعِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari doa yang tidak didengar, dan dari jiwa yang tidak merasa puas. Ya Allah aku berlindung kepadamu dari empat perkara tersebut.” (HR Muslim)

Doa Nabi Muhammad SAW yang memohon perlindungan dari empat perkara itu juga dapat ditemukan dalam kita hadis Abu Dawud urutan hadis nomor 1324 dan Ibnu Majah urutan hadits nomor 246 dan 3827.

Allah Ta’ala memuji orang yang menangis karena takut kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا ۩

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS Maryam: 58)

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (2: 144), di antara amalan orang-orang shalih, ada tujuh golongan yang mendapatkan naungan dari Allah SWT pada hari kiamat. Naungan yang dimaksud adalah naungan ‘Arsy Allah. Salah satu yang mendapatkan naungan itu adalah seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.

Dia adalah orang yang rajin berdzikir pada Allah dengan benar-benar menghayati, hingga air matanya menetes karena takut kepada Allah. Zikir yang utama adalah disembunyikan karena lebih terjaga dari sifat riya. Ada banyak cara berzikir yang dapat kita lakukan, bahkan dalam menjalankan kegiatan sekali pun.

2. Mata yang berjaga-jaga dari serangan musuh ketika perang di jalan Allah.

Berjaga-jaga (ribath) karena Allah adalah salah satu tingkat jihad terbesar. Para penjaga berada di garis terdepan untuk melawan musuh, atau mereka berjaga di malam hari untuk melindungi tentara dari musuh.

Imam Ibn al-Nahhas berkata: “Ketahuilah bahwa menjaga karena Allah adalah salah satu amalan terbesar dalam ibadah, ketaatan yang paling tinggi, dan itu adalah jenis ikatan yang paling baik, karena menjaga kaum muslimin yang berada dalam ketakutan.”

Al-Mulla Ali Al-Qari mengatakan dalam “Marqat Al-Maftahah Sharh Mishkat Al-Masbah” bahwa: “Ini adalah peringkat mujahidin dalam ibadah, dan komprehensif untuk haji, atau mencari ilmu, atau jihad di jalan-Nya. (dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *