Adanya Kesenjangan Si Kaya dan Si Miskin Kian Lebar Akibat Covid-19, Ekonom: Kita Tidak Bisa Terlalu Optimistis

Adanya Kesenjangan Si Kaya dan Si Miskin Kian Lebar Akibat Covid-19, Ekonom: Kita Tidak Bisa Terlalu Optimistis
Adanya Kesenjangan Si Kaya dan Si Miskin Kian Lebar Akibat Covid-19, Ekonom: Kita Tidak Bisa Terlalu Optimistis


Hajinews.id – Lebih dari satu tahun lamanya pandemi Covid-19 merebak di Indonesia.

Sejak pertama kali diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2020 silam, Covid-19 telah menewaskan ratusan ribu nyawa manusia.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Tak hanya menyerang kesehatan, Covid-19 juga telah memberikan dampak buruk hampir di seluruh aspek kehidupan manusia.

Ekonomi merupakan salah satu sektor yang terdampak akibat adanya Covid-19.

Hal ini lantaran adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan oleh Pemerintah.

Pemulihan ekonomi secara total di Indonesia seperti pada kondisi sebelum pandemi Covid-19 akan sulit dilakukan.

Masih terjadi kebingungan mengenai penanganan kesehatan.

Karakter proses pemulihan di Indonesia akan berbeda dengan negara lain karena tingginya populasi penduduk.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 juga membuat kesenjangan ekonomi di Indonesia semakin tinggi, bahkan saat negara sudah berhasil melewati pandemi.

Hal ini lantaran tidak ada seorang pun yang dapat memprediksi tingkat ekonomi suatu negara pada masa mendatang.

“Akan tetapi, bisa dipastikan bahwa dalam kondisi pandemi seperti saat ini, tingkat ekonomi sangat dipengaruhi oleh sistem kesehatan,” kata ekonom Universitas Padjadjaran Prof. Arief Anshory Yusuf, Ph.D seperti dikutip dari Pikiran Rakyat dengan judul Si Miskin dan Si Kaya Kian Berjarak, Tak Ada Solusi Tunggal Hadapi Covid-19.

“Jadi, bukan sebaliknya. Kita tidak bisa terlalu optimistis atau pesimistis juga, mengingat Indonesia berada di urutan bawah dalam hal ketangguhan menghadapi pandemi di sektor ekonomi,” ujarnya.

Arief mengatakan sebelum dilanda pandemi Covid-19, Indonesia telah berhasil keluar dari lower-middle income dan berada pada upper-middle income sekalipun angka perubahan yang ditunjukkan sangat tipis.

Akan tetapi, pandemi membuat kondisi perekonomian jatuh hingga membuat Indonesia kembali berada pada kondisi lower-middle income.

Kesenjangan yang terjadi antara si kaya dan si miskin di Indonesia juga terjadi semakin lebar akibat pandemi.

Tentu saja, ketimpangan yang terjadi dalam suatu negara tidak baik untuk pertumbuhan ekonomi secara jangka panjang.

“Orang-orang kaya bisa mengurangi konsumsi mereka karena tidak bisa pergi ke luar, maka mereka bisa menabung uangnya. Yang miskin tidak bisa seperti itu. Maka, orang-orang kaya yang terdampak pandemi akan lebih mudah keluar dari krisis dibandingkan orang-orang miskin,” tuturnya.

Disebutkan Arief, kualitas sumber daya manusia Indonesia menjadi aktor utama yang berperan terhadap penciptaan suatu inovasi.

Hanya, kesenjangannya ke depan sangat berat. Misalnya, kualitas pendidikan yang masih perlu terus dievaluasi hingga kualitas generasi yang menurun akibat loss di bidang kesehatan yang terjadi akibat pandemi.

Di Indonesia pada 2020, angka malnutrisi menyentuh kembali poin 8,6. Seorang anak yang mengalami stunting tentu akan mengalami hambatan dalam perkembangan otaknya.

Selain itu, jumlah pernikahan anak usia dini meningkat ke angka 65.000-an pada 2020.

“Hal ini tentu akan memperparah masalah setelah pandemi Covid-19 yang kita punya pada masa depan,” ujar Arief.

Mobile lab Testing sebagai salah satu komponen 3T memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap penanganan kasus Covid-19 di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Institut Pembangunan Jawa Barat (INJabar) Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Keri Lestari menyebut, inovasi dalam hal laboratorium sangat penting untuk meningkatkan jumlah tes yang pada akhirnya bisa mendiagnosis orang-orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 beserta gejala-gejalanya.

“Sayangnya, kondisi yang terjadi di Indonesia adalah terjadinya keterbatasan laboratorium dari segi fasilitas dan lainnya. Sesuai dengan standar WHO, upaya melakukan pengujian swab PCR di masyarakat harus difasilitasi Laboratorium Bio Safety Level-2 (BSL-2) karena aktivitas di dalamnya infeksius sekali,” ucap Keri.

Belum lagi, kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas berbagai kepulauan dengan karakteristik daerah yang beragam.

Dengan demikian, banyak masyarakat di daerah yang kesulitan mencapai laboratorium yang memiliki fasilitas untuk melakukan testing Covid-19.

Untuk itu, Unpad bekerja sama dengan Kemenkes serta sejumlah mitra industri membuat Mobile Laboratory Biosafety Level-2 (Mobile Lab BSL-2), untuk mendukung penambahan fasilitas tes dan pelacakan kontak Covid-19.

Saat ini, sudah ada 10 unit Mobile Lab BSL-2 yang saat ini posisinya tersebar di seluruh Indonesia.

Mobile Lab BSL-2 dilengkapi aplikasi Indonesia Test Trace and Isolation (Ina TTI) yang dikembangkan tim Medication Therapy Adherence Clinic/MTAC Fakultas Farmasi Unpad.

Melalui aplikasi itu, para pasien yang terdeteksi positif Covid-19, tapi tanpa gejala dan tanpa komorbid dapat melakukan isolasi mandiri didampingi secara telefarmasi oleh apoteker sehingga isolasi mandiri berjalan secara efektif dan tidak berisiko menjadi klaster keluarga.

Aplikasi tersebut juga menjawab permasalahan keterbatasan tempat isolasi pasien Covid-19 saat ini.

Disebutkan Keri, hal tersebut juga sesuai dengan arahan WHO, yakni respons suatu negara dalam menangani pandemi Covid-19 adalah melakukan tes, pelacakan kontak (trace), dan mengisolasi pasien (isolation).

Saat ini, Mobile Lab BSL-2 yang dimanufaktur di Cimahi, Jawa Barat, sudah mendapatkan sertifikasi dari World BioHazTec, Singapura, dengan kelengkapan, seperti biosafety/BSC, sistem interlock, negative pressure, HEPA filter, undirectional flow, serta aplikasi InaTTI.

“Konsep besarnya adalah moving lab sehingga bisa menjangkau tempat-tempat yang sulit diakses, termasuk lokasi bencana,” tuturnya.(Endah Asih/Pikiran Rakyat)***

Sumber: jakbar

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *