Penyegaran Cara penularan COVID-19 untuk Pencegahan

Penyegaran Cara penularan COVID-19 untuk Pencegahan
Penyegaran Cara penularan COVID-19 untuk Pencegahan


banner 500x500

banner 800x800





Oleh: Masrifan Djamil, Doktor ilmu kedokteran, ahli kesehatan masyarakat, ketua PDUI Jateng, anggota Pengurus Kolegium Dokter Indonesia (PB IDI)

Hajinews.id – Banyak warning (meminta kita waspada) terhadap varian Mu. Namun yang perlu kita ketahui, apapun variannya, bila virus SARS-CoV-2 tidak memasuki tubuh kita, virus korona tersebut akan mati dengan sendirinya. Bagaimana menularnya sebenarnya bisa kita cegah, dengan kesamaan pemahaman dan langkah.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Cara penularan COVID-19 yang dikuatkan oleh WHO (Badan Kesehatan Dunia) ada 3 cara yaitu melalui (1) droplets; (2) aerosol dan (3) kontak langsung (direct contact). Mari kita kaji satu per satu.

  1. Droplets

Droplets adalah partikel amat kecil yang berasal dari semburan ludah, ingus atau dahak melalui batuk, bersin dan bicara. Droplets yang dikeluarkan oleh orang yang sakit COVID-19 atau OTG (positif tetapi tidak ada gejala) yang ukuran besar (>0,5 µ) jatuh ke lantai, meja kursi dll. Sedang droplets yang  ukuran lebih kecil terlontar horizontal atau melenting. Droplets yang dikeluarkan orang sakit atau OTG berisi virus, maka kalau dihirup (terhirup dalam pernafasan) oleh orang sehat, amat berpotensi ketularan COVID-19. Apalagi kalau jumlah droplets nya (virusnya) banyak, karena dihasilkan dari orang yang banyak, misal di RS.

Jadi amat berbahaya kalau kedua belah pihak (yang mengeluarkan droplets dan orang sehat) TIDAK MEMAKAI MASKER, atau memakai masker tetapi tidak benar (terbuka hidungnya misalnya).

  1. Aerosol (airborne)

Droplets ukuran kecil (kurang dari 0,5 mikron Droplets kecil ini disebut AEROSOL atau DROPLETS NUCLEI) keluar dari orang tersebut di atas, di ruangan yang kurang ventilasi atau ada AC berhadapan segala arah, misalnya:

  • di mall atau
  • lobby hotel atau
  • ballroom hotel atau tempat pertemuan atau
  • aula ruang tunggu RS atau
  • rumah makan yang di-design ber-AC dan AC atau kipas anginnya berhadapan atau
  • masjid atau gereja yang didesign ber-AC (tertutup).

Maka aerosol ikut beterbangan searah angin (ketika dua AC berhadapan menyebabkan angin turbulen di ruang tersebut). Penelitian pernah mengamati droplet kecil ini bisa terus diudara turbulen itu sejauh sampai 8 meter dari orang yang mengeluarkannya. Bahkan peneliti menemukan aerosol beterbangan sampai berjam-jam di udara tersebut.

Amat berbahaya berada lama-lama di ruang tsb, kita harus memakai masker (kalau saya pakai masker dobel) dan segera pergi sebelum 40 menit. Manajemen bisa memberi ventilasi berupa EXHOUSTER FAN di arah berlawanan  dengan AC / kipas angin.

  1. Direct contact (kontak langsung)

Droplets yang disebut di atas jatuh ke meja atau permukaan apa saja. Orang sehat tidak sengaja memegang droplets tersebut (misal di gantungan tangan busway, tombol lift, handel pintu, meja, pegangan eskalator dll). Biasanya manusia mempunyai refleks memegang wajah (hidung, mata, pipi dll). Kalau dia tidak mencuci tangan pakai sabun, maka droplets yang berisi virus masih berada di tangannya, sehingga dia berpotensi tertular COVID-19.

Catatan: penting diketahui juga hasil penelitian survival (daya hidup) SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 (berbeda dengan virus sebelumnya), kalau jatuh di materi keras yaitu:

  • Jika jatuh di materi logam atau kaca atau plastik dia bertahan 3 x 24 jam
  • Jika jatuh di pakaian 2 x 24 jam
  • Jika jatuh di kertas atau kerdus 2 x 24 jam
  • Jika jatuh di materi tembaga 4 jam.

Makna dari hasil penelitian tersebut ialah: Kita tidak tahu tangan kita di luar rumah, di kantor, dimana saja telah tercemar atau tidak, maka sebelum memegang wajah dll harus cuci tangan dulu dengan sabun atau sanitizer, KARENA PINTU MASUK VIRUS KORONA MELALUI MUKOSA (LUBANG) MATA, HIDUNG DAN MULUT.

Juga waktu pulang ke rumah, sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga, cuci tangan terlebih dahulu.

Jika tidak ada air mengalir dan sabun, dengan SANITIZER cukup untuk membunuh virus SARS-CoV-2. Jadi kapan kita memakai saitizer atau cuci tangan?

  • sebelum pegang wajah, semprot dulu dengan sanitizer atau cuci tangan memakai sabun
  • sebelum makan
  • sebelum bekerja
  • pulang ke rumah
  • setelah bersalaman (karena kita tidak tahu lawan bersalaman tangannya mengandung virus atau tidak, dan ada saja yang ingin bersalaman)

Prinsip utama dan penting dalam pencegahan penyakit menular

Jangan percaya dengan ungkapan, “Tidak apa-apa kalau tertular, asal ANTIBODI banyak (kuat) akan aman”. Lebih baik tidak tertular dengan upaya prokes (5M), meskipun sudah vaksinasi, jauh lebih selamat dan lebih baik kalau tidak tertular. Sama dengan prinsip lama MENCEGAH LEBIH BAIK DARI PADA MENGOBATI.

JADI PRINSIP KALAU AKAN MENGAKHIRI PANDEMI COVID-19, MARI KITA BUAT VIRUS KORONA (SARS CoV-2) NGANGGUR DI LUAR TUBUH, MAKA MEREKA AKAN MATI.

JANGAN BERI KESEMPATAN VIRUS KORONA MASUK TUBUH. KITA CEGAH SEMAKSIMAL MUNGKIN AGAR VIRUS KORONA (SARS-CoV-2) TIDAK MASUK TUBUH KITA MELALUI PINTU MASUK LUBANG DI WAJAH (MATA, HIDUNG DAN MULUT).

TENTU VAKSINASI COVID-19 TERUS DIGALAKKAN, TUJUANNYA SAMPAI 70% SEHINGGA TIMBUL HERD IMMUNITY. NAMUN PERCAYALAH, PROKES (5M) JAUH LEBIH MURAH DAN LEBIH EFEKTIF.

Semarang, 14 September 2021

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *