Gus Baha: Jangan Jadikan Ibadah Sebagai Tersangka, Jika Mulai Jadi Masalah Segeralah Hindari

Gus Baha: Jangan Jadikan Ibadah Sebagai Tersangka, Jika Mulai Jadi Masalah Segeralah Hindari
Gus Baha: Jangan Jadikan Ibadah Sebagai Tersangka, Jika Mulai Jadi Masalah Segeralah Hindari


banner 500x500

banner 800x800





Hajinews.id – Ulama ahli tafsir Indonesia KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengatakan jangan sampai ibadah menjadi tersangka.

Menurut Gus Baha, jika ibadah mulai jadi masalah, maka hal tersebut harus segera dihindari.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Itu yang dimaksud Nabi lanjut Gus Baha, jika kamu membaca al quran jika hatimu masih senang, jika hatimu mulai tidak senang, maka harus dihentikan.

“Iqrul Quran Mu’talafat alaihi qulubukum, kamu baca quran ketika hatimu senang, kalau mulai tidak suka berhentilah,” ujar Gus Baha.

“Jangan sampai quran jadi tersangka, begitu juga salat,” sambungnya.

Menurut Gus Baha, ini fatwanya ulama yang langsung dari Rasulullah yang ada silsilahnya, semua ada takarannya, karena semua manusia pasti ada rasa bosan

Allah SWT misalkan menetapkan waktu dzuhur sejak tergelincirnya matahari sampai panjang bayangan setara, waktu ashar pun demikian, juga maghrib.

Gus Baha melanjutkan, ditetapkan waktu tersebut agar manusia saat dipanggil Allah tahu batas akhirnya

“Semisal dzuhur kan ada waktu 2 jam setengah, 2 jam setengah ini supaya Anda jatuhkan pada waktu yang paling ideal yang Anda senangi,” katanya.

“Misalkan Allah wajibkan hanya di awal waktu kan, jika ada orang sedang makan ternyata ada adzan, andaikan salat wajib awal waktu kan ‘wah salat kok merepotkan orang’ ditengah makan harus salat”

“Itu baru urusan makan, kalau pengantin baru misalnya kan repot, jadi jangan sampai ibadah dianggap problem,” bebernya.

Hal tersebut sesuai dengan peristiwa yang terjadi saat zaman Nabi Muhammad. Saat itu Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk makan terlebih dahulu meski adzan terdengar.

“Jika makan sore atau malam sudah disediakan, dan terdengar azan isya, maka makanlah terlebih dahulu,” imbuh Gus Baha

“Jadi zaman Nabi itu ada orang yang ngantuk di awal waktu, andai dia salat akan kacau, kata Nabi: jika datang waktu salat, dan kamu mengantuk maka tidurlah,”

“Tapi sekarang banyak orang bodoh masal, kalau enggak awal waktu dosa, tidak boleh seperti itu, bagi yang suka awal waktu silahkan, tapi jangan sampai mewajib wajibkan,” ungkap Gus Baha.

Gus Baha menjelaskan ada ulama yang memiliki sanad salatnya itu di akhir waktu. Hal itu sebagai pengingat bahwa salat di awal waktu itu tidak wajib.

“Itu tujuannya. Di Pondok Al Anwar Mbah Moen, salat magrib itu akhir waktu, begitu pula subuh,” jelas Gus Baha.

Menurut murid Mbah Moen tersebut, itu sebagai langkah mengabadikan ilmu jika salat di awal waktu itu bukan perkara yang wajib.

“Meskipun lebih baik di awal waktu kita sepakat, tapi masalahnya jika semua awal waktu, lama-lama salat akan dianggap problem,” terangnya.

Diantara problemnya beber Gus Baha, misalnya ada seseorang yang tengah dalam perjalanan, sedang makan, atau sedang melakukan sesuatu lalu tiba-tiba terdengar azan dan harus salat, bisa berantakan nanti.

“Misal ada ibu yang sedang menyusui, baru 2 sedotan, tiba-tiba azan, terus si ibu itu lari untuk salat, bisa kacau semua itu,” katanya.

“Mbah Moen itu kalau salat subuh sampai terang, padahal saya tahu beliau di rumah, wong saya pernah menemani beliau saat subuh, ngopi bareng. Santri-santri pujian sampai menjerit, Kyai Maimoen malah tersenyum, ada yang memukul kentongan, subuh, subuh, Kyai sebenarnya gak tidur, sedang ngobrol dengan saya, Kyai hanya tertawa, beliau tidak sedang tidur, tapi tetep di rumah, dan tahu santri pada protes, malah tersenyum.

Mbah Moen lanjut Gus Baha mengatakan jika Nabi pernah bersabda, jika salat awal waktu itu merupakan anugerah, salat tengah waktu merupakan rahmat Allah, dan salat akhir waktu itu ampunan Allah.

“Yang mencari anugerah sudah banyak, yang mencari rahmat sudah banyak, tapi kalau sampai diampuni itu sudah baik,” pungkasnya.***

Sumber: sukabumi

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *