Masa Depan Dunia Setelah Ditinggal Pandemi Corona

Masa Depan Dunia Setelah Ditinggal Pandemi Corona
Masa Depan Dunia Setelah Ditinggal Pandemi Corona


banner 500x500

banner 800x800





Hajinews.id – WHO (World Health Organization) secara resmi mengumumkan bahwa Coronavirus (COVID-19) telah menjadi pandemi pada tanggal 9 Maret 2020. Itu artinya, virus ini telah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Mutasi virus dan penyebaran virus yang begitu cepat mengakibatkan orang-orang di seluruh dunia harus beradaptasi dengan kebijakan hidup baru atau new normal, hal ini selaras dengan anjuran dari WHO yang disusul oleh pemerintah Indonesia dalam rangka pencegahan dan penyebaran COVID-19 yang menetapkan aturan saat keluar rumah atau dalam masa pandemi saat ini, yaitu disiplin 5M dengan menggunakan masker saat berada di luar rumah, menjaga jarak minimal 2 meter, menjadi kerumunan, mengurangi mobilitas di luar rumah, dan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir. Kemudian, selain disiplin 5M ada hal lain yang tak kalah pentingnya dalam penanganan pandemi ini yaitu dengan 3T Testing, Tracing, dan Treatment sebagai langkah pelacakan pemutusan mata rantai virus COVID-19.

Kebijakan tersebut pada akhirnya telah mengubah kebiasaan hidup normal sebelum datangnya masa pandemi. Para pemangku kekuasaan atau pemerintah di berbagai negara mengeluarkan kebijakan-kebijakan lainnya demi meminimalisir mobilitas masyarakat dan menghindari adanya kerumunan yang dapat mengakibatkan penularan dan kenaikan angka terkonfirmasi positif. Pemerintah Indonesia misalnya, telah melakukan berbagai langkah upaya dalam rangka pencegahan dan penyebaran virus COVID-19 seperti melakukan percepatan vaksinasi di seluruh Indonesia, percepatan vaksinasi ini diharapkan mampu menciptakan herd immunity bagi seluruh masyarakat Indonesia, kemudian memutuskan melakukan kebijakan WFH (Work From Home), anjuran berdiam diri di rumah dan belajar dari rumah yang mana segala kegiatan yang pada mulanya dilakukan secara luring untuk saat ini dilakukan secara daring sampai waktu yang tidak ditentukan, pembatasan kegiatan sosial dan operasional hingga melakukan PPKM darurat pun dilakukan oleh pemerintah.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Berbagai langkah telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat dengan harap dapat terbebas dari pandemi yang sudah satu tahun ada di Indonesia. Harapan untuk dapat lepas dari cengkraman virus ini amatlah dinantikan, harapan untuk dapat hidup bebas dan menghirup udara dengan segar tanpa menggunakan masker, harapan berkumpul dengan keluarga, sanak saudara, juga teman tanpa ada larangan berkumpul dan rasa takut akan terpapar virus. Yang pada akhirnya harapan hidup kembali normalah yang ditunggu dan dinantikan.

Lalu, dengan harap yang sudah diimpikan dan berbagai langkah yang telah dilakukan akankah kita warga dunia umumnya dan masyarakat Indonesia khususnya terbebas dari virus COVID-19 ini? Berbekal sebuah pertanyaan tersebut apakah akan ada suatu jawaban atau penelitian yang dapat menjadi kabar gembira bagi kita semua atau justru sebaliknya?

Menghimpun informasi dari berbagai media elektronik ada banyak pernyataan yang memiliki beragam asumsi dalam melihat masa depan virus COVID-19 ini. Pernyataan bahwa virus ini dapat berakhir atau pada akhirnya masyarakat di seluruh dunia akan hidup berdampingan dengan COVID-19 seperti layaknya influenza atau virus selamanya seperti yang dikatakan oleh Ahli Epidemiologi dan bagian dari tim WHO memberantas cacar, Larry Brilliant, yang dikutip dari CNBC Indonesia. Meski begitu salah satu langkah agar pandemi ini dapat terkendali adalah dengan melakukan vaksinasi secara merata bukan hanya di Indonesia saja akan tetapi seluruh dunia, sebab setiap orang akan terkoneksi satu sama lain pada akhirnya. Jadi, ini merupakan langkah bersama agar dapat terbebas dari pandemi COVID-19 dan menekan penularan.

Kemudian, bagaimana kehidupan setelah pandemi jika benar-benar berakhir atau harus hidup berdampingan dengan pandemi, tentu akan ada perubahan secara mendasar dengan bagaimana manusia melihat bahwa perilaku hidup bersih akan meningkat atau bahkan menjadi habit seperti kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dan setelah memegang benda, menggunakan masker saat sedang flu, dan segala hal yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan akan menjadi prioritas utama.

Kegiatan yang dilakukan secara daring atau jarak jauh pun sepertinya masih akan menjadi pilihan atau bagian dari trend yang akan terus ada. Kegiatan tersebut dianggap efektif dan mampu menjadi alternatif atau pilihan jangka panjang yang menguntungkan. Hal lain dari itu adalah gabungan dari aktivitas fisik dan aktivitas virtual yang dapat menjadi alternatif pilihan lain utamanya bagi suatu perusahaan.

Hal lainnya yang dilansir dari laman Forbes yaitu kegiatan yang diprediksi akan terjadi apabila pandemi berakhir adalah revolusi dari teknologi yang semakin cepat yang dapat mengakomodasi berbagai kegiatan manusia dengan menggunakan teknologi, seperti infrastruktur digital yang akan semakin kuat, teknologi digital dan big data menjadi bagian dari masa depan yang membantu manusia setelah pandemi berakhir.

Kebiasaan pola hidup baru apabila pandemi benar-benar berakhir akan menjadi bagian dari awal mula dan sejarah baru dalam hidup manusia. Saat pandemi datang secara tiba-tiba dunia dipaksa untuk dapat menerima dan beradaptasi secara cepat dalam menghadapi pandemi, kesehatan menjadi hal yang amat penting dan mahal harganya, kebersamaan menjadi hal langka dan dirindukan hadirnya. Maka, apabila pandemi berakhir gembiralah kita semua, apa yang diimpikan dan diharapkan agar terbebas dari penggunaan masker terbayar sudah, rayakan secukupnya, ambil hikmahnya, dan segala sesuatu dilakukan sewajarnya.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *