Gus Mus: Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Janganlah Didorong Kebencian

 Gus Mus: Amar Ma'ruf Nahi Munkar, Janganlah Didorong Kebencian
Pengasuh Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin Rembang KH Ahmad Musthofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus. (NU Online)


banner 500x500

banner 800x800





Hajinews.idSalah satu ciri dari koum mukminin adalah Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Amar Ma’ruf Nahi Munkar adalah menegakkan kebaikan, dan mencegah segala bentuk kerusakan. Akan tetapi, untuk menegakkan kebaikan harus ditempuh dengan cara-cara yang baik, begitu juga dalam mencegah kemunkaran juga harus dilandasi dengan cara-cara yang baik pula.

Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 110 yang berbunyi:

Bacaan Lainnya


banner 400x400

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik,”

Pengasuh Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin Rembang KH Ahmad Musthofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus mengatakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar merupakan manifestasi dari kasih sayang.

“Agama kita disebut agama kasih sayang, Nabi kita disebut Nabi kasih sayang. Karena memang semuanya dilandasi kasih sayang termasuk Amar Ma’ruf Nahi Munkar,” ujar Gus Mus melalui channel YouTube GusMus Channel.

Gus Mus menjelaskan Amar Ma’ruf Nahi Munkar terjadi karena dilandasi sifat perhatian. Apalagi kalau itu kerabatnya, anaknya, istrinya dan lainnya.

“Jadi semakin kita itu mengasihi dan menyayangi orang maka semakin kuat semangat kita untuk melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Karena dengan Amar Ma’ruf Nahi Munkar itu kita bisa menyelamatkannya dari hal-hal yang buruk,” kata Gus Mus.

Gus Mus kemudian mengibaratkan kisah Sayyidina Umar Bin Khattab bahwa orang-orang yang menaiki perahu, semuanya sudah mendapat kabin sendiri di dalam perahu itu. Akan tetapi, tiba-tiba ada satu orang yang mengambil kapak dan menghantamkan kapaknya itu ke dinding kabin kapal.

Kita tidak bisa mengatakan biarkan saja itu kabin-kabin dia sendiri. Begitu juga sebaliknya, dia tidak bisa mengatakan bahwa ini adalah kabinnya yang bebas sesuka hati melakukan apa saja.

Kenapa? karena kalau kita biarkan dan tidak kita cegah, maka ketika perahu itu bocor, otomatis bukan hanya kabin orang itu saja yang tenggelam, tetapi kita semua juga akan tenggelam.

Kesimpulannya, agar semuanya selamat dari perahu itu, kita harus saling Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

“Tapi sekali lagi, Amar Ma’ruf Nahi Munkar adalah manifestasi dari kasih sayang. Jadi kalau tidak ada kasih sayang di sekitar kita, maka tidak ada Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Dan sebaliknya, tidak bisa kita mengatakan bahwa Amar Ma’ruf Nahi Munkar tapi sebenarnya kebencian yang mendorong kita untuk melakukannya,” tutur Gus Mus yang juga merupakan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

 

 

 

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *