Keterlaluan! Biaya Pengecatan Pesawat Kepresidenan Capai Rp 2,1 Miliar, Alvin Lie: Jarang Dipakai, Bukan Kebutuhan Mendesak



banner 500x500

banner 800x800





Jakarta, Hajinews.id –  Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 atau Pesawat BBJ 2 telah dicat ulang. Warnanya pun berubah, dari yang semula biru menjadi merah putih.

Anggaran biaya cat ulang pesawat setara B737-800 berkisar USD 100 ribu hingga USD 150 ribu, atau jika dirupiahkan nilainya sekitar Rp1,4 sampai 2,1 miliar. Biaya tersebut dinilai menghamburkan uang negara di saat pandemi Covid-19 masih memburuk.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Pemerintah seharusnya menangguhkan kebutuhan-kebutuhan yang tidak mendesak. Fokuskan anggaran untuk penanggulangan pandemi Corona,” kata pengamat penerbangan Alvin Lie di Jakarta, Selasa (3/8).

Dia menyarankan sebaiknya pemerintah menunjukkan sense of crisis terhadap situasi pandemi serta adanya krisis ekonomi. “Ingat, tunjangan dan insentif ASN. Lalu, anggaran berbagai lembaga, hingga kementerian. Semua dipangkas untuk refocusing anggaran Corona,” imbuhnya.

Menurutnya, pengecatan ulang dan mengubah warna pesawat kepresidenan bukan kebutuhan mendesak. Apalagi, pesawat kepresidenan tersebut usianya baru 7 tahun.

“Itu Pesawat Kepresidenan usianya baru 7 tahun. Jarang dipakai. Perawatan bagus, penampilan juga masih layak,” terang Alvin.

Untuk pengecatan ulang penerbangan sipil, biayanya bisa mencapai USD 100 ribu per pesawat lebih. Dikatakan, ada dua metode pengecatan ulang pesawat.

“Yang pertama itu Sanding. Yaitu cat lama diamplas hingga hilang warnanya, tinggal primer dasar. Selanjutnya dicat dengan warna dan pola baru. Yang kedua Stripping. Yakni cat lama dikupas total hingga ke kulit pesawat. Kemudian dicat ulang,” paparnya.

Perubahan warna pada body pesawat juga dipersoalkan politisi Partai Demokrat Andi Arief. Melalui akun Twitternya Andi menulis:

“Sekarang pesawat kepresidenan berwarna merah. Entah maksudnya apa, bisa warna bendera, bisa juga Corona. Dulu biru. Dominasi biru langit adalah upaya peningkatan keamanan penerbangan, sebagai warna kamuflase saat terbang. Desain dan warna karya seorang mayor desainer di TNI AU,” kata Ketua Bappilu Partai Demokrat ini.

Sikap Demokrat ini, dinilai aneh oleh Sekretaris Fraksi PPP DPR RI, Achmad Baidowi. “Apa ada ketentuan harus warna biru. Kalau alasannya keamanan sama dengan langit, banyak kok pesawat yang tidak berwarna biru. Ada yang merah, oranye, kuning, hijau, dan juga hitam. Toh aman-aman saja dalam penerbangan,” kata Baidowi, Selasa (3/8).

Terpisah, Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono membenarkan Pesawat Kepresidenan sudah dicat ulang. Pengecatan pesawat BBJ 2 ini sudah direncanakan sejak 2019.

Terkait dengan perayaan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 2020. “Proses pengecatan sendiri merupakan pekerjaan satu paket dengan Heli Super Puma dan Pesawat RJ,” kata Heru, Selasa (3/8).

Untuk perawatan rutin Pesawat BBJ 2 jatuh pada 2021 merupakan perawatan Check C sesuai rekomendasi pabrik. “Tahun ini dilaksanakan perawatan sekaligus pengecatan yang bernuansa merah putih,” tutup Heru. (dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *