Shok Therapy dari AS, Indonesia Tak Masuk Daftar Kunjungan Kamala Harris

Wakil Presiden AS Kamala Harris/Net


banner 500x500

banner 800x800





Hajinews — Keputusan Amerika Serikat (AS) untuk tidak menyertakan Indonesia dalam daftar destinasi tur Asia Tenggara Wakil Presiden Kamala Harris kemungkinan merupakan sebuah shock therapy dari pemerintahan Joe Biden itu.

Pengamat hubungan internasional Dinna Prapto Raharja mengatakan, Washington kemungkinan merasa Indonesia tidak memiliki perhatian terhadap kebijakan luar negeri AS sehingga keputusan itu diambil sebagai pengingat bagi Indonesia.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Makanya kita tidak dikunjungi agar jadi perhatian dan mungkin shock therapy,” kata pendiri Synergy Policies ini kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (4/8).

Terlebih, Dinna mengatakan, Biden juga menyoroti prediksi bahwa Jakarta akan tenggelam dalam 10 tahun ke depan.

Meski begitu, Dinna juga menyebut, faktor belum adanya perwakilan Indonesia di AS membuat lobi dan persiapan agar Jakarta dikunjungi Harris menjadi terganggu.

Pada Juni, Presiden Joko Widodo telah menunjuk mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Roslan Perkasa Roeslani sebagai Dutabesar RI di AS. Namun hingga saat ini belum ada proses credential terkait penugasan tersebut.

“Kerja-kerja begini, kalau belum ada Dubes maka harus dikerjakan Menlu atau menteri lain… Memang harus kita yang aktif kalau mau dapat perhatian,” tambahnya.

Sementara itu, Harris telah dijadwalkan untuk mengunjungi Singapura dan Vietnam pada pekan depan. Ia diperkirakan akan menegaskan kembali penolakan AS atas klaim China di Laut China Selatan.(dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *