Kisah Mualaf, Masuk Islam Setelah Dua Kali Dengar Suara Misterius



banner 500x500

banner 800x800





Hajinews.id – John Nelson, pria katolik memutuskan pindah keyakinan dengan masuk Islam setelah mendengarkan dua suara yang misterius. Bagaimana kisahnya?

John Nelson yang berusia 69 tahun merupakan pria asal San Diego, California. Saat muda, ia dibesarkan sebagai seorang katolik.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Ketika menyelesaikan kelas 8 di sekolahnya, John Nelson berpikir bahwa dirinya bisa menjadi seorang pendeta dengan ilmu agama katolik yang begitu kuat.
Ia pun memutuskan untuk masuk ke sekolah tinggi seminari (Teologi).

Namun, pada Desember tahun 2010, John Nelson masuk Islam dan menjadi seorang muslim karena sesuatu terjadi kepadanya.
“Saya menjadi Muslim pada Desember 2010. Ada dua pengalaman yang terjadi pada saya,” kata John Nelson dikutip dari kanal YouTube Muslim Ahad pada Senin, 2 Agustus 2021.

Saat sedang tidur sendirian, John Nelson mengaku mendengar suara yang membangunkannya di tengah malam.

“Ketika sedang tisur, saya sendirian. Dan di tengah malam saya mendengar suara yang sangat keras. Sangat keras,” ujarnya.

Menurut John Nelson, suara tersebut berkata dalam bahasa Inggris “pray” atau “berdoalah”. Pada awalnya, John Nelson tidak terlalu memperdulikan suara tersebut dan hanya berkata, “ok”. Namun dalam pikirannya, John Nelson tidak tahu bagaimana caranya untuk berdoa.

Empat minggu kemudian, John Nelson mendengar suara misterius lain yang berkata “bacalah”. Karena kebetulan di meja tempat tidurnya ada salinan Al-Qur’an, yang merupakan pemberian temannya, ia pun membacanya.

John Nelson sadar bahwa Al-Qur’an tersebut bukan buku yang dibaca saat santai, melainkan ada sesuatu di dalamnya yang perlu dipahami. John Nelson mengatakan bahwa saat itulah awal mula hubungannya dengan Allah SWT.

“Ini adalah awal hubungan dengan Tuhan, dengan Allah SWT,” ujarnya.

“Bagi saya, manfaat Islam yang sesungguhnya ialah petunjuk dan koneksinya. Karena jika saya tahu bahwa saya mengikuti prinsip dan spirit agama ini, Islam ini, maka saya tidak akan ke arah yang salah,” lanjutnya.

Saat memutuskan masuk Islam, kekhawatiran John Nelson saat itu adalah keluarganya.

“Ketika saya kembali ke rumah dan bertemu istriku, saya tidak membicarakan ini kepadanya. Saya kembali ke rumah tiap minggu, dan saya pun mengatakan kepadanya bahwa saya telah menjadi muslim,” kata Nelson.

“Kamu tak berbicara padaku soal ini?” Tanya istrinya setelah mendengar penjelasan Nelson.

Nelson menjawab bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang perlu untuk minta izin kepadanya. Islam mengajaran banyak hal kepada John Nelson.

“Islam mengajarkan pada saya bahwa semua punya waktu. Ini bukan waktu buatmu untuk memilih, bukan waktu buatku memilih.”

“Permulannya dari Tuhan. Jadi, jika hati kita terbuka, pikiran kita terbuka, maka ia akan dating pada kita. Dan bila ia tertutup, maka ia tidak akan dating,” pungkas John Nelson.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *