Peringatan Dari Pakar ITB, 112 Kota Ini Beresiko Tenggelam



banner 500x500

banner 800x800





Hajinews – Pakar Institut Teknologi Bandung (ITB) mengingatkan bukan hanya Kota Jakarta dan sejumlah kota di Jawa Tengah (Jateng) yang berpotensi tenggelam akibat dampak perubahan iklim. Hasil riset menunjukkan, sejauh ini ada 112 kabupaten/kota yang berisiko untuk tenggelam.

Menurut Ketua Lembaga Riset Kebencanaan Ikatan Alumni ITB (IA-ITB), Heri Andreas, potensi tenggelamnya 112 kabupaten/kota di Indonesia itu terlihat jelas dari data-data pengukuran.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Potensinya sudah jelas dari data-data pengukuran,” kata Heri Andreas yang juga Ketua Laboratorium Geodesi ITB, Sabtu (31/7/2021).

Kabar baiknya, potensi tenggelam itu masih bisa dicegah. Pemerintah belum terlambat untuk mengantisipasi ke-112 kabupaten/kota tenggelam. Karena itu, pemerintah diharapkan mulai memberikan perhatian khusus untuk mencegah prediksi itu terjadi.

“Lembaga Riset Kebencanaan IA-ITB juga memprioritaskan risetnya untuk wilayah-wilayah yang berpotensi tenggelam tersebut. Belumlah terlambat untuk mencegah tenggelamnya wilayah-wilayah ini termasuk Jakarta,” katanya.

Meski tidak menyebutkan secara terperinci daerah-daerah yang berpotensi tenggelam, Heri Andreas mengatakan, beberapa di antaranya di wilayah Jawa Tengah (Jateng) seperti wilayah Kota Pekalongan, Semarang dan wilayah Pesisir Demak. Saat ini laju penurunan tanah di wilayah-wilayah ini lebih besar dari Jakarta.

“Area-area yang berada di bawah laut lebih luas dari Jakarta,” kata Heri Andreas.

Menurut Heri, jika tidak ada upaya manajemen risiko yang baik dalam 10 tahun ke depan, maka wilayah ini diprediksi akan tenggelam. Potensinya lebih pasti dibandingkan Kota Jakarta.

“Dalam 10 tahun ke depan jika tidak ada upaya manajemen risiko yang baik, maka prediksi tenggelamnya wilayah-wilayah ini akan lebih pasti dibandingkan Jakarta,” katanya.

Diketahui, potensi Jakarta tenggelam sudah menjadi isu dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa hasil penelitian memang menyimpulkan potensi tenggelam itu memang ada. Data-data Global Positioning System (GPS), Interferometric Synthetic Aperture RADAR (InSAR) dan data LiDAR (Light Detection and Ranging) menunjukkan penurunan tanah di Jakarta dapat mencapai 10 sentimeter per tahun. Sementara itu, lebih dari 20 persen wilayah Jakarta sudah berada di bawah laut, sehingga memang rentan untuk tenggelam.

Potensi ibu kota Indonesia tenggelam akibat dampak perubahan iklim juga disinggung Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dalam pidato kenegaraannya baru-baru ini. Dia menyebutkan, dengan naiknya permukaan air laut, maka topografi pesisir Jakarta saat ini sebagian sudah di bawah permukaan laut.

Biden mengatakan dalam 10 tahun kedepan kemungkinan tenggelam secara permanen itu bukan isapan jempol. Terlebih, saat ini wilayah Jakarta juga tanahnya terus mengalami penurunan tanah atau land subsidence.

Namun, Lembaga Riset Kebencanaan IA-ITB menemukan fakta menarik saat ini terjadi perlambatan laju atau kecepatan penurunan tanah di Jakarta yang menjadi kabar baik bagi upaya mencegah Jakarta untuk tenggelam. Pembangunan tanggul dan penataan pesisir juga merupakan upaya untuk mencegah Jakarta tenggelam. (*).

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *