Waspada! 6 Jenis Obat yang Tak Boleh Dikonsumsi Saat Isolasi Mandiri, Bisa Berakibat fatal

Obat-obatan. (Ist)


banner 500x500

banner 800x800





Jakarta, Hajinews.id – Bagi anda yang sedang menjalani isolasi mandiri menjaga asupan makan, baik makanan maupun minuman yang dikonsumsi haruslah yang dapat mendorong kesehatan dan kesembuhan. Selain itu juga harus mengkonsumsi vitamin dan obat-obatan tertentu.

Namun, ada sejumlah obat yang tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi saat menjalani masa isolasi mandiri. jika dilanggar, bisa berakibat fatal.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Sebagai informasi untuk pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolais mandiri, berikut adalah daftar obat yang tidak boleh digunakan pasien Covid-19, sebagaimana dilansir Kompas.com, 16 Juli 2021:

1. Antibiotik tanpa resep dokter

Para ahli dan World Health Organization ( WHO) menegaskan agar semua pasien Covid-19 tidak mudah termakan informasi-informasi di media sosial.

Salah satunya adalah informasi yang menyebut bahwa antibiotik bisa digunakan untuk mengobati Covid-19.

“Jangan melakukan pengobatan sendiri dengan antibiotik. Covid-19 dpat disebabkan oleh virus. Antibiotik tidak berdampak pada virus,” papar WHO, seperti dilansir dari Kompas.com.

2. Hidroksiklorokuin

Selanjutnya, obat yang tidak boleh untuk pasien Covid-19 adalah hidroksiklorokuin, yakni obat yang digunkan untuk menceegah dan mengobati penyakit malaria.

Awalnya, hidroksiklorokuin dipercaya berpotensi mengobati pasien Covid-19.

Namun berdasarkan laporan risetnya, hidroksiklorokuin tidak menunjukkan efek positif terhadap pasien Covid-19.

3. Lopinavir

Lopinavir merupakan kombinasi obat antivirus yang digunakan untuk obat pendukung dalam menangani infeksi HIV.

Ilmuwan Inggris dari Universitas Oxford melakukan uji coba pada bula Juni 2021.

Hasil awalnya menunjukkan bahwa lopinavir tidak menunjukkan manfaat dalam menurunkan risiko kematian pada pasien Covid-19.

4. Ivermectin

Merujuk pada daftar obat yang mengantongi izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ivermectin tidak termasuk di dalamnya.

Diberitakan oleh Kompas.com 2 Juli 2021, Kepala BPOM, Penny K Lukito mengatakan bahwa ivermectin tergolong obat keras yang tidak bisa dibeli tanpa resep dokter.

Selain itu, WHO juga menyarankan agar pengobatan pasien Covid-19 dengan ivermectin hanya dilakukan dalam uji klinis.

5. Remdesivir

Selanjutnya, obat yang tidak boleh digunakan pasien Covid-19 adalah remdesivir.

WHO belum menghimpun bukti yang kuat untuk menggunakan remdesivir sebagai obat Covid-19.

Meski demikian, covifor remdesivir telah meengantongi EUA dari BPOM dalam perawatan pasien Covid-19.

6. Steroid

Salah satu jenis steroid yang disebut-sebut mampu mengobati Covid-19 adalah deksametason.

WHO tidak menyarankan pengobatan sendiri menggunakan steroid.

Pasalnya, penggunaan yang berlebihan akan menimbulkan masalah serius dan bisa mengancam nyawa.

 

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *