Kemenkes Saudi: Jemaah Tidak Perlu Tes Atau Isolasi Setelah Haji

Ibadah haji (Foto: Kementerian Media Arab Saudi via AFP)


banner 500x500

banner 800x800





 

Hajinews.id – Jemaah yang pulang setelah ibadah haji tidak perlu melakukan tes COVID-19 atau mengisolasi saat kembali ke rumah. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Arab Saudi untuk Urusan Pencegahan, Dr. Abdullah Asiri.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Beberapa jemaah haji menanyakan apakah perlu tes COVID-19 atau isolasi sekembalinya ke keluarga. Karena semua jemaah dan jemaah haji mendapat vaksin, maka tidak perlu dilakukan pemeriksaan atau isolasi, kecuali mereka menunjukkan gejala penyakit virus corona dalam dua minggu pertama,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Arab News, Sabtu (24/07).

Sementara itu, 92 persen dari jemaah yang mendapatkan vaksin akan tetap melakukannya.

“Tiga motif terpenting yang membuat orang ragu untuk mengambil vaksin COVID-19 adalah: Pertama, keyakinan dan dukungan keluarga setelah satu atau lebih anggota mengambil vaksin. Kedua, rasa tanggung jawab nasional dan sosial, dan terakhir, alasan ekonomi,” tambah Asiri.

Menurut sebuah laporan dari Kaiser Family Foundation berjudul “Vaccine Monitor: Dengan Kata-Kata Mereka Sendiri, Enam Bulan Kemudian,” orang yang tidak mendapatkan vaksin adalah remaja. Mereka berkeyakinan bahwa orang tua mereka, berpendidikan paling rendah di masyarakat, etnis minoritas, atau mereka yang tidak memiliki asuransi kesehatan.

Baca juga:

“Ada tiga alasan utama untuk menolak vaksin: Takut akan efek samping, keraguan tentang kecukupan studi tentang vaksin, dan percaya bahwa tidak perlu vaksin,” tambah Assiri.

Berbicara tentang varian Delta, Assiri mengatakan bahwa varian Delta merumuskan kembali perhitungan; kekebalan dari infeksi alami tidak lagi cukup dan melengkapi dua dosis telah menjadi kebutuhan.

Dia menambahkan pandemi terburuk telah berakhir di negara-negara yang menyediakan vaksin untuk sebagian besar penduduknya. “Kami tidak akan menyaksikan, insya Allah, kembalinya gelombang penyakit parah dan kematian,” tuturnya.

Jumlah total orang di Saudi yang hingga saat ini yang menerima vaksin COVID-19 mencapai 23.848.177 orang. 1.426.140 di antaranya merupakan orang berusia lanjut.

Sementara itu, Arab Saudi melaporkan 11 kematian terkait COVID-19 lagi pada hari Jumat, menjadikan jumlah keseluruhan menjadi 8.141.

Ada 1.247 kasus baru, yang berarti 515.693 orang di negara itu kini telah tertular penyakit tersebut. Sebanyak 10.742 kasus tetap aktif, di mana 1.383 pasien dalam kondisi kritis.

Dari kasus baru, 263 berada di wilayah Riyadh, 211 di Provinsi Timur, 209 di wilayah Mekah, dan 68 di wilayah Madinah.

Selain itu, Kementerian Kesehatan mengatakan 1.160 pasien telah pulih dari penyakit COVID-19. Dengan demikian, total pemulihan di Kerajaan menjadi 496.810. (arabnews)

 

 

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *