Pesan Menteri Agama Yaqut: Takut kepada Tuhan dan Penyakit Tak Perlu Dipertentangkan



banner 500x500

banner 800x800





Hajinews — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak umat beragama untuk tidak mempertentangkan rasa takut kepada Tuhan dengan takut kepada penyakit. Soalnya keduanya tidak perlu dipertentangkan.

“Sudut pandang keagamaan kita mengajarkan, takut kepada Allah dan takut kepada bahaya penyakit, tidak perlu dipertentangkan. Tentu dalam bingkai keimanan dan kebebasan manusia dalam berikhtiar,” ujar Menag saat memberikan sambutan pada Tahlil Nasional bertajuk ‘Doa untuk Syuhada’ yang digelar Kemenag secara virtual, Kamis, 22 Juli 2021.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Acara tersebut diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia melalui aplikasi zoom.

Hadir juga secara virtual, pimpinan MPR dan DPR, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga negara, serta jajaran Kemenag, pusat dan daerah.

Tahlil diawali dengan pembacaan tawashul oleh KH Syukron Makmun, sementara tahlil dipimpin KH Abdul Qodir Ahmad Sahal (Pengasuh Pesantren Salafiyah Pasuruan).

Doa dibacakan oleh KH Anwar Manshur (PBNU), Ust H Agus Tri Sundani (PP Muhammadiyah), dan KH Abdullah Jaidi (MUI).

Pria yang biasa disebut Gus Yaqut ini mengatakan, manusia diperintahkan untuk melakukan ikhtiar terlebih dahulu, lalu bertawakkal kepada Allah.

“Tidak ada tawakkal yang tidak didahului ikhtiar,” tegasnya.

Menag mengingatkan, dalam penanganan pandemi dan penanggulangan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat, semua elemen bangsa harus kompak, bersatu dan melakukan langkah yang saling dukung dan terpadu. Hal itu penting untuk menyelamatkan nyawa rakyat.

Menag mengajak semua pihak untuk mendukung kebijakan PPKM level 4 dan level 3 yang sudah diputuskan pemerintah. Kebijakan ini diambil untuk menyempurnakan ikhtiar dalam melawan Covid-19 dan menjaga kemaslahatan di tengah masyarakat

“Dukungan dari tokoh agama dan ormas keagamaan akan sangat berarti dalam rangka menjaga ketenangan umat,” pesannya.

“Menjaga protokol kesehatan, vaksinasi yang diupayakan terus pemerintah merupakan bagian ikhtiar yang tidak bisa diabaikan,” tandasnya.(dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *