Penjelasan Buya Yahya Apakah Penghuni Kubur Bisa Mendengar Ketika Diziarahi dan Mendengar Percakapan di Dunia

Penjelasan Buya Yahya Apakah Penghuni Kubur Bisa Mendengar Ketika Diziarahi dan Mendengar Percakapan di Dunia
Penjelasan Buya Yahya Apakah Penghuni Kubur Bisa Mendengar Ketika Diziarahi dan Mendengar Percakapan di Dunia


banner 500x500

banner 800x800





Hajinews.id – Seorang jamaah dalam salah satu ceramah Buya Yahya bertanya apakah orang yang sudah meninggal bisa mendengar percakapan orang yang masih hidup atau tidak.

Lalu jika bisa mendengar, apakah yang bisa didengar itu adalah percakapan dan doa dari tempat yang jauh atau ketika di dekat kubur?

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Buya Yahya menjelaskan terlebih dahulu mengenai empat alam, khususnya alam barzah.

Keempat alam tersebut adalah alam rahim saat manusia masih menjadi janin, lalu ada alam dunia, alam barzah, dan alam akhirat.

Ketika sudah meninggal, manusia akan berada di alam barzah.

Alam barzah tempatnya bukan berada di alam kubur. Sehingga kedua alam tersebut adalah tempat yang berbeda.

Alam kubur adalah tempat untuk menyimpan jasad manusia.

Jika dibandingkan antara alam dunia dan alam barzah, maka yang lebih besar adalah alam barzah.

Sedangkan yang bisa mengetahui bagaimana kondisi alam barzah adalah orang yang sudah meninggal.

Lantas jika sudah meninggal, apakah mereka bisa mendengar percakapan orang yang masih hidup dan doa ketika diziarahi?

“Masalah orang meninggal mendengar orang yang hidup ini sepakat, hampir disepakati, memang ada perbedaan. Sebagian mengatakan tidak mendengar. Tapi Nabi pernah menyeru waktu selesai Perang Badar dipanggil, ‘Ya Aba Jahal, ya Aba…, ya Syaibah binti Utbah’, dan seterusnya. Orang-orang dipanggil oleh Rasulullah. Sampe sayyidina Umar (berkata) ‘Mereka tidak mendengar, mereka sudah mati, masa mendengar?’. Sambil Nabi menjawab, ‘Engkau tidak lebih mendengar dari mereka’. Artinya mereka (orang yang sudah meninggal) mendengar,” jelas Buya Yahya.

Isyarat lainnya yang menunjukkan bahwa orang yang sudah meninggal bisa mendengar ketika diziarahi adalah saat seorang yang masih hidup disunnahkan untuk membaca salam di kubur.

“Kemudian juga, kita ziarah kubur disunnahkan mengucapkan apa? Assalamu’alaikum. Nah, berarti ini mengisyaratkan bahwasanya mereka (orang yang sudah meninggal) mendengar,” ucap Buya Yahya, dikutip dari tayangan kanal YouTube Zhafran Alfarizqi pada 7 Desember 2020.

“Mereka mendengar salam kita. Assalaamu’alaikum, ahlad diyar minal mu’miniina wal mu’minaat wal muslimiina wal muslimaat wa inna insya Allah bikum lahikum nasalullaaha wa lakumul ‘aafiyata, nasalullaaha lanaa wa lakumul ‘aafiyata. Hadits shahih,” tambahnya.

Tak hanya ketika diziarahi, dari kejauhan pun orang yang sudah meninggal bisa mendengar doa dan percakapan orang yang masih hidup.

Bahkan Buya Yahya juga menyebutkan bahwa mereka bisa pula melihat berbagai kegiatan yang dilakukan orang-orang di alam dunia.

Oleh karena itu, mendoakan orang yang sudah meninggal tidak hanya dilakukan ketika berada di kubur atau saat ziarah kubur. Mendoakan orang yang sudah meninggal dapat dilakukan di mana saja.

“Anda nggak usah ke kubur pun doa sampai. Ndak harus pergi ke kubur. Adapun pergi ke kubur ini babnya beda, masalah ziarah kubur yang diajarkan Nabi bukan masalah hanya, ada masalah doa. Kalau doa Anda di mana saja berdoa,” lanjutnya.

“Doakan beliau-beliau yang telah meninggal di mana pun Anda berada,” pesannya lagi.

Selanjutnya Buya Yahya berpesan juga bahwa seseorang disunnahkan untuk ziarah kubur untuk mendoakan yang sudah meninggal dan mengingat akhirat.

Sumber: jember

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *