Derita Rakyat Kecil dan Derita Kampus

Derita Rakyat Kecil dan Derita Kampus
Derita Rakyat Kecil dan Derita Kampus


banner 500x500

banner 800x800





Oleh Prof. Abd.Rasyid Masri (Akademisi dan Pebisnis)

Hajinews.id – Isu covid-19 sekarang begitu liar di masyarakat, apalagi dengan perpanjangan PPKM oleh presiden Jokowi maka derita rakyat kecil yang tak punya penghasilan tetap lewat layar tangkapan TV Nasional memberitakan di beberapa lorong lorong pemukiman warga mulai mengeluarkan bendera putih, dan banyak yang menaikan kain kain  putih sebagai tanda menyerah.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Rakyat mengangkat bendera putih sebenarnya itu isyarat bahwa masyarakat kelas bawa sudah banyak yang menyerah minta ampun tak sanggup lagi menghadapi PPKM dan kebanyakan memohon untuk tidak di perpanjang mereka menyerah hidup di rumah, hidup di batas lorong tanpa pekerjaan dan tanpa pemasukan.

Jangankan yang tidak punya usaha dan pekerjaan “itu sudah pasti menyerah dan menderita ” tapi pedagang kecil seperti penjual nasi goreng, Cafe Cafe kecil, penjual gerobak gorengan yang omset kecil per hari hanya untuk makan semalam, sebagian besar sudah terseok-seok mempertahankan usahanya, kalau kondisi ini terus di perpanjang maka mereka semua terjerembab di lubang kemiskinan yang dalam dan tentu menambah jumlah orang miskin Indonesia.

Kondisi bangsa Indonesia seperti itu, tidak baik baik saja’ perlu kebijakan yang lebih manusiawi, PPKM tetap jalan dengan prokes yang ketat namun para pedagang kecil perlu di bijaki dibiarkan tetap jualan tapi di batasi agar tidak berkerumun, bukan di larang berjualan ‘ dikejar kejar dan ditahan atau didenda  sebab kalau istri dan anak anaknya minta makan “ siapa yang mau tanggung makannya. Di sinilah posisi PPKM menjadi dilema, perkara jadi sulit.

Penderitaan masa covid-19 tidak hanya membuat derita para rakyat kelas bawa tapi kelas menengah juga menderita penyakit mematikan nalar publik, demokrasi kampus pun di Indonesia ikut mati suri, kampus sepi, senyap, kehilangan denyutnya, kehilangan karakternya dan kehilangan esensinya sebagai lembaga yang mencetak kaum intelektual muda, kaum kritis , kaum pembaharu, lokomotif iptek hampir terhenti, pengkaderan sumber daya pemimpin masa depan bangsa akan tergerus oleh covid-19.

Sejak kampus tutup dan tak ada lagi kuliah offline di kelas kelas praktis nilai nilai edukasi dan filsafat ilmu pengetahuan jadi kehilangan rohnya, mahasiwa hanya bayar SPP terus tapi minim pelayanan, tak ada service terhadap pembinaan lembaga kemahasiswaan, kalau tak mau disebut kampus seperti sedang menderita, berduka oleh covid-19 , para pemimpin kampus juga statusnya tak lebih simbolik, pejabat simbolik, kehilangan motivasi, kehilagan  kreatifitas ilmiah , kehilangan inovasi akademik, datang ke kampus tak ada aktivitas mahasiswa di kelas yang sudah lebih 2 tahun dan memasuki tahun ketiga, kebanyakan berlomba absen, duduk di meja, ditemani laptop dan hp nya sambil main di medsos, covid-19 membuat kampus jadi menderita.

Siapa yang salah, tentu para pimpinan kampus tidak salah kalau tidak  produktif, karena kebetulan nasibnya di era covid-19 , ini cobaan berat, ini ujian jadi pimpinan di era corona virus serba dibatasi sehingga para pimpinan kampus banyak yang kehilangan kekuatan imajinasi intekektualnya karena kondisi kampus yang tanpa mahasiswa, tanpa dinamika akademik di kelas, sehingga tak ada pelayanan tak ada dinamika kampus, dan tak ada interaksi dan  komunikasi antar personal, ibarat suatu negara punya pemerintah tapi tak ada rakyat.

Mari kita berdoa, kita ikuti prokes PPKM agar covid-19 hilang diawal tahun 2022, sehingga awal  2023 terjadi perubahan, terjadi kejutan, hidup kembali normal dan harmoni masyarakat kecil senyum kembali, sejahtera kembali dan kampus kampus pun terjadi perubahan atas izin Allah tampil dengan wajah baru dan pemimpin baru. Amin dan Indonesia tahun 2024 kalau tak ada halangan tsuname politik akan lebih sejahtra, damai, lebih maju dengan presiden baru hasil pemilu yang demokratis. wslm.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *