Sayembara Arsitektur, Ijeck: Bangkitkan Semangat Anak Muda Bangun Masjid

banner 800x800

banner 800x800

banner 500x500

Medan, Hajinews – Sayembara proyek desain pengembangan arsitektur Masjid Al-Musannif akhirnya resmi ditutup. Acara penutupan dibarengi penyerahan hadiah kepada pemenang secara langsung dan daring dari Rumah Dinas Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) di Jalan Tengku Daud Medan, Rabu (21/7).

Diketahui, sayembara ini digelar hasil kerja sama dengan Departemen Arsitektur Fakultas Teknik USU dengan memperlombakan kategori proyek desain mihrab Masjid Al-Musanif, proyek model arsitektur 99 masjid, dan perluasan arsitektur bangunan Masjid Al-Musanif. Ketiga sayembara ini dilaksanakan sejak April hingga Juni lalu.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Ketua Yayasan H Anif yang juga Wagubsu Musa Rajekshah mengatakan sayembara ini memang baru pertama kali dilaksanakan. Disebutkan, ide ini muncul karena setiap 23 Maret bertepatan dengan ulang tahun H Anif dan pelaksanaan kegiatan MTQ di seluruh wilayah Indonesia.

Di samping itu, Wagubsu yang juga Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, PW IPHI Sumatera Utara menyebutkan kegiatan yang dilaksanakan secara nasional ini juga dilakukan untuk menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 bukan menjadi penghambat untuk berkreativitas.

“Tapi karena situasi pandemi, MTQ tidak mungkin dilakukan. Selain itu, orang tua kami juga berniat membangun 99 masjid mulai tahun ini. Dengan begitu, niat orang tua kami dapat terwujud,” ungkap Ijeck, sapaan akrab Wagubsu.

Namun, Ijeck berharap masjid yang dibangun juga memiliki ciri khas secara arsitektur. Untuk itu, sayembara ini digelar dan menjadi semangat peserta untuk membuat desain masjid sekreatif mungkin.

“Intinya, kami ingin ada gairah dari anak-anak Sumut. Walaupun kita buka secara nasional, kita tahu banyak arsitek Sumut ikut serta. Kami dari Yayasan H Anif juga ingin membangkitkan semangat anak muda untuk pembangunan masjid,” jelasnya.

Terkait sayembara tersebut, Ijeck menambahkan antusiasme peserta sangat luar biasa. Oleh karena itu, ke depannya bangunan kantor pemerintahan juga dapat memiliki ciri khas adat istiadat.

“Masjid Al-Musanif memang sudah terbangun di tahun 1997 dan sekarang dilakukan pengembangan. Sebab kita ingin selain menjadi tempat ibadah, Masjid Al-Musanif juga menjadi tempat membangun ekonomi umat, sentra UKM, dan kegiatan positif lainnya,” tandasnya.(dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *