Profil Ustadz Arrazy Hasyim, Penceramah Muda yang Kini Populer di Medsos

Profil Ustadz Arrazy Hasyim, Penceramah Muda yang Kini Populer di Medsos
Ustadz Arrazy Hasyim
banner 800x800

banner 800x800

banner 500x500
Hajinews.idSosok penceramah Ustadz Arrazy Hasyim belakangan menjadi populer di media sosial lantaran kajian-kajian soal keislaman. Banyak sekali video-video tausiyahnya beredar di internet terutama Youtube.

Ustadz Arrazy Hasyim atau Ustadz Razi bahkan dalam ceramahnya pernah mengomentari tokoh Islam internasional dengan menyebut Dr Zakir Naik bukan ulama melainkan seorang pembaca yang serius.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Ia juga menanggapi soal klaim sebagian orang menganggap bahwasanya memakai celana cingkrang merupakan bagian dari sunnah Nabi. Jika celana melebihi mata kaki alias tak cingkrang, salatnya tidak sah dan kelak akan masuk neraka.

Menanggapi soal celana cingkrang, Ustadz Razi memberikan penjelasan bahwasanya celana cingkrang tak ada di zaman Nabi. Ia mengungkapkan bahwa celana cingkrang tidak ada di zaman Nabi, melainkan dulunya hanyalah ada sarung cingkrang.

Ustadz Arrazy Hasyim merupakan seorang pakar hadits asal Sumatera Barat (Sumbar). Dirinya lahir di Koto Tangah, Payakumbuh Sumbar pada 21 April 1986 dari pasangan Nur Akmal bin M Nur dan Asni binti Sahar.

Ustadz Razi menempuh pendidikan SD sampai MTsN di Tanah Minangkabau tepatnya di Payakumbuh, lalu berpindah ke Bukittinggi untuk melanjutkan di MAN/MAKN 2 Bukittinggi pada tahun 2002-2004.

Ia kemudian melanjutkan studi perguruan tingginya pada jurusan Akidah dan Filsafat di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2004-2009.

Ustadz Razi menyelesaikan kajian hadisnya di Darussunnah setahun sebelumnya dengan mengkhatamkan 6 kitab Hadis (Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, al-Tirmidzi, al-Nasa’i, dan Ibn Majah) yang menjadi standar keilmuan ulama Muhadditsin di bawah bimbingan Syaikh KH Dr Ali Mustofa Yaqub, MA. Imam Besar Masjid Istiqlal selama 2 periode.

Di sela-sela itu, dari 2006-2008, ia aktif belajar kepada Syaikh Prof Dr M Hasan Hitoo seorang penghafal kitab al-Muwatta’, Dr Badi Sayyid al-Lahham seorang murid Syaikh Nuruddin Itr, dan Taufiq al-Buti anak dari Syaikh Muhammad Said Ramadan al-Buthi, mereka semua dari Suria.

Melansir Wislah.com, sekitar 2009-2011 menyelesaikan Magister S2 di SPs UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia kemudian, menyelesaikan Doktoral S3-nya di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2012-2017.

Tak hanya itu, Ustadz Razi pada 2016 dan 2017 mendapatkan kesempatan untuk mengisi aktivitas dakwah dan seminar keislaman di KBRI Paris, KJRI Marseille, dan komunitas Muslim lainnya di Perancis.

Ia bertugas aktif sebagai dosen Pascasarjana Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta. Ia juga dosen ilmu Kalam dan Filsafat Islam di Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2012 sampai 2019.

Selain itu, juga aktif sebagai pengajar/pengampu kitab Aqidah Ahlus Sunnah dan hadits Sunan An-Nasa’i dan Ibnu Majah di Darussunnah. Pada akhir 2018, ia mendirikan Ribath al-Nouraniyah di Tangerang Selatan, takhassus Ilmu Akidah Ahlus Sunnah dan Tasawuf.

Sumber: suara

 

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *