Mengejutkan! Ekonom Beberkan Fakta Covid-19 Adalah Perang Biologis dan Peradaban

banner 800x800

banner 800x800

banner 500x500

 

Jakarta, Hajinews.id- Seorang ekonom sekaligus ahli politik Ichsanuddin Noorsy membeberkan sebuah fakta mengejutkan tentang pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Menurut sejumlah data yang ia peroleh dan amati, didapat pernyataan bahwa pandemi Covid-19 sejak awal adalah perang biologis dan peradaban. Hal tersebut ia beberkan melalui kanal YouTube Hersubeno Point yang tayang pada Selasa, 20 Juli 2021.

“Karena sejak awal saya menyatakan ini perang. Sebelum namanya kondisi sekarang oleh panglima dalam kondisi perang, sebelum Muhadjir Efendy menyatakan darurat militer, Ichsanuddin Noorsy melihat ini perang biologis,” ungkapnya dikutip Isu Bogor, 20 Juli 2021.

“Persoalan pokoknya adalah perang apa? Menurut saya bukan sekedar perang ekonomi, ini perang peradaban, sehingga saya menggunakan istilahnya sebagai krisis kemanusiaan,” sambungnya.

Sebelumnya, Ichsanuddin Noorsy menjelaskan tentang kudeta korporasi industri farmasi dan ilmu teknologi barat yang ia nilai tengah memainkan peran di ranah vaksin Covid-19.

Kemudian, ia menyinggung efek jangka panjang vaksin yang mana akan berujung pada penurunan kualitas hidup rakyat di kemudian hari.

Sebab, pemerintah tidak mengeluarkan pernyataan tanggung jawab apabila terjadi sesuatu buruk di masa depan lantaran efek jangka panjang vaksin ini.

Menurutnya, hal itu sudah terbukti melalui data Bank Indonesia yang menyatakan Tanah Air telah turun menjadi negara menengah ke bawah.

“Siapa yang punya public accountibility? Artinya dalam bahasa kebijakan yang punya pertanggungjawaban yang kuat atas komitmennya sebagai pejabat jika dalam jangka panjang yang terjadi adalah depopulasi,” kata ekonom tersebut.

“Dan yang terjadi adalah kemudian penurunan kualitas hidup bagi bangsa Indonesia karena permainan vaksin, itu gimana?” lanjutnya.

Ditambah, sambung Ichsanuddin Noorsy, para ahli di Indonesia belum ada yang berani melakukan kajian terhadap komposisi vaksin yang saat ini terus didatangkan ke Tanah Air.

Menurutnya, penting bagi para ahli farmasi dan kimia di Indonesia untuk melakukan kajian tersebut guna mengetahui dampak kesehatan yang akan ditimbulkan vaksin dalam jangka panjang.

“Saya sebenernya kepingin ahli-ahli farmasi, ahli-ahli kimia di Indonesia itu duduk bareng, kaji yang namanya ingredients vaksin yang dibawa ke Indonesia termasuk dampaknya,” tegas Ichsanuddin Noorsy. (dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *