Menurut Survei LSI: 73,8% Masyarakat Curiga Ada Penyalahgunaan Anggaran dalam Pengadaan Vaksin


banner 800x800

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews – Lembaga Survei Indonesia mengumumkan hasil survei nasional berkaitan dengan sikap publik terhadap vaksin dan program vaksin pemerintah.

Survei ini turut menyinggung pengadaan vaksin COVID-19 yang dilakukan pemerintah. Dari survei LSI, mayoritas masyarakat curiga ada penyalahgunaan anggaran dalam pengadaan vaksin.

Bacaan Lainnya

“Mayoritas, 73,8 persen, merasa sangat/cukup besar terjadi penyalahgunaan anggaran negara untuk pengadaan vaksin COVID-19,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam paparan virtual, Minggu (18/7).

Pemerintah memulai vaksinasi nasional sejak 13 Januari lalu. Selain itu, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah membahas pengawasan pengadaan vaksin COVID-19 dengan KPK.

Pemerintah memastikan tidak ada penyalahgunaan anggaran termasuk korupsi dalam pengadaan vaksin COVID-19. Dari survei LSI, mayoritas masyarakat yakni tidak ada korupsi meski persentasenya kecil.

“50,1 persen yang merasa sangat/cukup yakin bahwa pemerintah dapat menjamin penggunaan anggaran untuk pengadaan vaksin COVID-19 agar tidak dikorupsi, namun yang merasa kurang/sangat tidak yakin juga cukup banyak 41,2 persen,” ucap Djayadi.

Lebih lanjut, LSI juga menanyakan kepada masyarakat terkait target vaksinasi dari pemerintah. Presiden Jokowi ingin 181.500.000 rakyat Indonesia sudah divaksin sebelum akhir 2021.

Terungkap mayoritas responden percaya target ini bisa dipenuhi oleh pemerintah.

“Mayoritas, 63,7 persen, merasa sangat/cukup yakin bahwa pemerintah akan dapat memenuhi target untuk memvaksin 181,5 juta orang pada tahun 2021 ini. Terdapat sekitar 28,5 persen yang tidak yakin,” tutur Djayadi.

Survei LSI ini dilakukan pada 20 hingga 25 Juni. Total ada 1.200 responden terlibat dan dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Juni 2021.

Metode survei menggunakan simple random sampling dan memiliki toleransi kesalahan (margin of error atau MoE) sekitar 2,88 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. (dbs).


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.