Mengharukan, Jamaah: Haji Tahun Ini Mahal, Pengalaman Mewah

Ibadah haji (Foto: Kementerian Media Arab Saudi via AFP)
banner 800x800

banner 800x800

banner 500x500

MAKKAH, Hajinews – Haji tahun ini dibatasi hanya 60.000 jamaah haji. Terlepas dari pembatasan jumlah jamaah haji, Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengatakan lebih dari 450.000 orang di kerajaan itu mengirim aplikasi dalam waktu 24 jam sejak pembukaan platform pendaftaran bulan lalu.

Prioritas diberikan kepada orang-orang yang tidak melakukan haji dalam lima tahun terakhir, dan mereka yang berusia di atas 50 tahun yang belum pernah haji.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Seif, seorang warga Saudi berusia 40 tahun, berencana menunaikan ibadah haji tahun ini, tetapi dia mengaku tidak bisa melakukannya karena harga paket yang sangat mahal.

“Enam tahun lalu, saya membayar 3.000 riyal (USD800 atau Rp11,6 juta) untuk paket yang sama dan tahun ini saya harus membayar 20.000 riyal (USD5.300 atau Rp77 juta) untuk tahun ini,” kata Seif kepada Al Jazeera.

“Saya memutuskan untuk tidak mendaftar,” ujarnya.

Meskipun Seif mengatakan dia menghargai bahwa pihak berwenang menaikkan harga karena peraturan kesehatan dan keselamatan tambahan dan tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menahan penyebaran pandemi, dia merasa harganya terlalu tinggi dan mahal.

“Ibadah haji hanya untuk orang kaya tahun ini,” kata Seif, yang juga mengkritik pembatasan jumlah orang yang diizinkan untuk hadir.

“Mereka seharusnya mengizinkan setidaknya dua kali lipat jumlah orang. Ruang di mana ziarah dilakukan sangat besar. Saya pikir itu dapat menampung lebih banyak orang dengan aman,” terangnya.

Seperti Saif, Ibrahim membatalkan rencana haji bersama istrinya tahun ini karena harga paket yang mahal. Meski begitu, dia berharap bisa tetap menunaikan ibadah haji.

“Tempat yang biasanya menyambut jutaan jamaah hanya akan memiliki beberapa ribu jamaah,” kata Ibrahim kepada Al Jazeera.

“Jika saya punya uang, saya pasti akan pergi – haji tahun ini akan mudah, teratur, dan pengalaman yang mewah,” ungkapnya.

Sementara itu, pada bulan lalu, Wakil Menteri Kesehatan Arab Saudi Hani Jokhdar mengatakan pada pengarahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) jika keputusan untuk membatasi partisipasi adalah untuk “kebaikan yang lebih besar” karena mereka “tidak ingin haji tahun ini berubah menjadi hotspot infeksi”.(dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *