Hukum Shalat Idul Adha Sendirian Dirumah, Bisa Dilakukan Tanpa Khutbah?



banner 500x500

banner 800x800





 

 

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Hajinews.id – Dimasa pandemi seperti sekarang ini beberapa daerah tidak dapat melaksanakan shalat Idul Adha secara berjamaah. Lalu apakah bisa menunaikan ibadah shalat Idul Adha sendiran dirumah, apakah bisa dilakukan tanpa Khutbat Idul Adha?

Dilansir dari bincangsyrariah, Idul Adha biasanya dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijah.

Idul Adha juga disebut dengan Hari Raya Kurban. Bagi orang yang berkecukupan meteri atau kaya, dianjurkan untuk berkurban. Bentuk kepeduliaan terhadap sesama manusia.

Selain melaksanakan kurban, dianjurkan juga untuk melaksanakan shalat Idul Adha.

Ada pun hukum melaksanakan shalat Idul Adha para ulama berbeda pendapat.

Ulama dari kalangan mazhab Syafi’i menyebutkan hukum melaksanakan shalat Idul Adha adalah sunah muakkadah. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi dalam kitab Raudhah ath Thalibin. Ia dalam bab permulaan menerangkan masalah shalat Ied menuliskan hukum shalat Idul Adha adalah sunah. Imam Nawawi berkata;

هي سنة على الصحيح المنصوص

Artinya; Hukum shalat Ied adalah sunnah, yang anjuran mengerjakannya terdapat dalam nash.

Imam Mardawi dalam Al-Inshaf fi Ma’rifati Ar-Rajih min Al-Khilaf, karya Imam Al Mardawi—ulama dari kalangan Hanbali—, mengatakan hukum melaksanakan shalat Idul Adha adalah sunah muakkadah. Ia berkata;

وعنه -أي: الإمام أحمد- هي -أي: صلاة العيد- سُنَّة مؤكَّدة

Artinya; Dan dari padanya—artinya dari Imam Ahmad bin Hanbal— hukum melaksanakan shalat Ied adalah sunah muakkadah.

Kemudian datang persoalan, Indonesia dalam keadaan pandemi Covid-19. Pemerintah pun memberlakukan Penetapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Dalam kondisi PPKM Darurat, kegiatan keagamaan di masjid ditangguhkan. Nah dengan demikian bolehkah shalat Idul Adha secara sendirian (munfarid)?

Imam Nawawi dalam kitab al Majmu’ Syarah al Muhadzab, menerangkan seyogianya shalat Ied dilaksanakan berjamaah. Akan tetapi bila ada yang melaksanakan secara munfarid atau sendirian maka shalat Ied tetap sah. Artinya, Shalat Idul Adha secara sendirian di rumah hukumnya boleh.

Imam Nawawi berkata dalam al Majmu’ Syarah al Muhadzab;

تسن صلاة العيد جماعة، وهذا مجمع عليه؛ للأحاديث الصحيحة المشهورة، فلو صلاها المنفرد؛ فالمذهب صحتها

Artinya: Sunah hukumnya melaksanakan shalat Ied (Adha dan Fitri) secara berjamaah, ini pendapat mayoritas, pasalnya terdapat dalam hadis yang shahih. Jikalau shalat Ied seseorang dalam keadaan sendirian, maka shalatnya tetap sah.

Mufti Dar Ifta Mesir, Syekh Syauqi Ibrahim Abdul Karim ‘Allam suatu waktu ditanya terkait shalat Ied yang dikerjakan secara sendirian. Ia lantas menjawab dengan mengatakan bahwa melakanakan shalat Ied secara berjamaah itu hukumnya sunnah, bukan wajib. Dan shalat secara berjamaah bukan syarat sah shalat Ied.

ومعنى كون الجماعة فيها من السنن، أي: إنَّه يصح أداؤها في غير جماعة، فالجماعة على ذلك ليست من شروط صحتها

Artinya; pengertian “keadaan shalat Jamaah” pada shalat Ied adalah sunnah artinya sesungguhnya sah melaksanakannya dalam keadaan tidak berjamaah, maka shalat Ied dalam keadaan berjamaah atas demikian bukan menjadi syarat sah shalat Ied.

Sementara itu dalam kitab Tuhfah al Muhtaj bi Syarhi al Minhaj karya Ibn Hajar mengatakan shalat Idul Adha tetap sunah hukumnya dikerjakan meskipun dalam keadaan sendirian atau munfarid.

Tetapi bagi orang yang melaksanakan shalat Idul Adha secara sendirian, tidak pakai khutbah. Ia berkata;

وتسن للمنفرد، ولا خطبة له

Artinya; Disunahkan juga shalat Ied meskipun sendirian, dan tidak perlu pakai khutbah (khutbah Ied).

Pada sisi lain, Imam Mardawi dalam kitab al Inshaf , mengatakan bagi orang yang ketinggalan dalam melaksanakan shalat Idul Adha atau Idul Fitri, maka ia disunnahkan mengqadha (ganti) shalat Ied tersebut.

Caranya sebagaimana yang dilakukan oleh Imam tersebut.

وإن فاتته الصلاة (يعني : صلاة العيد) استحب له أن يقضيها على صفتها (أي كما يصليها الإمام)

Artinya; Jika seseorang luput melaksanakan shalat (maksudnya; shalat Ied) maka sunah baginya untuk meng-qadha sebagamaina sifat shalat Ied, (artinya; sebagaimana shalat Ied Imam).

Imam Ibnu Qudamah dalam kitab al Mughni menjelaskan, orang yang ketinggalan shalat Ied, maka ia boleh memilih. Antara melaksanakan shalat Ied secara sendirian atau pun berjamaah. Itu dibenarkan oleh syariat.

“وهو مخير ، إن شاء صلاها وحده ، وإن شاء صلاها جماعة” انتهى

Artinya; Ia bisa memilih; jika ingin shalat Ied sendirian atau pun jika ingin bisa melaksanakannya secara berjamaah.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *