Pengukuhan Pengurus Masa Khidmah 2021-2026, Kinerja MUI Jateng Dinilai Terbaik se-Indonesia

banner 800x800

banner 800x800

banner 500x500

Hajinews – Semarang – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Prof Dr KH Noor Achmad MA menilai, kinerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah terbaik se Indonesia. ‘’Banyak program dan kegiatan yang pelaksanaannya mampu memberi kemanfaatan secara luar bisa kepada masyarakat juga banyak membantu meringankan tugas-tugas pemerintah Provinsi Jawa Tengah,’’ katanya disambut tepuk tangan.

Penilaian tersebut disampaikan Noor Achmad dalam upacara Pengukuhan dan Taaruf pengurus MUI Jawa Tengah masa khidmah 2021-2026, di Aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gajahraya Semarang, Sabtu (17/7).

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Pelantikan dengan protokol kesehatan ketat diselenggarakan secara offline dan online, menggunakan zoom meeting yang difasilitasi Televisi Kampus Udinus (TVKU) dan TV MAJT serta streaming youtube.
Noor Achmad yang juga Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai, salah satu kunci sukses MUI Jawa Tengah dipimpin Dr KH Ahmad Darodji MSi untuk kali ketiga, dalam mengimplementasikan tugas sebagai himayatul ummah (pelindung umat), khadimul ummah (pelayan umat) dan shodiqul hukumah (mitra pemerintah), karena dalam kepengurusannya banyak merekrut unsur generasi muda dan intelektual kampus.

Menurut Noor Achmad, misi himayatul ummah, yakni melindungi umat dari praktik-praktik kehidupan umat yang dilarang dalam Islam. “Termasuk melindungi kaum muslimin dari konsumsi produk yang tidak jelas kehalalannya dengan penetapan Fatwa Halal oleh Komisi Fatwa MUI,” kata Ketua Yayasan Wahid Hasyim Semarang itu.

Selain mengemban peran sebagai himayatul ummah, MUI juga memiliki misi khadimul umah atau khidmatul ummah (berkhidmat pada ummat) dan shodiqul hukumah atau mitra pemerintah yang turut memandu atau mengarahkan pemerintah berkenaan dengan aspek-aspek sosial keagamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sebagai shodiqul hukumah,  MUI telah memberikan banyak masukan dalam bentuk fatwa maupun rekomendasi lainnya, kepada pemerintah yang kemudian diadopsi ke dalam kebijakan-kebijakan pemerintah berkenaan dengan aspek-aspek sosial keagamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” papar Ketua Dewan Pelaksana MAJT itu.

Upacara pengukuhan dan taaruf hanya diikuti pengurus harian dan ketua-ketua komisi. Antara lain Ketua Umum MUI Jawa Tengah Dr KH Ahmad Darodji MSi, Wakil Ketua Umum Prof Dr Ahmad Rofiq MA, jajaran ketua diantaranya KH Hanief Ismail Lc, Prof Dr KH Abu Rokhmad MA, Drs KH Ahmad Hadlor Ihsan. Sekretaris Umum Drs KH Muhyiddin MAg, jajaran Sekretaris Dr KH Multazam Achmad MA, Drs KH Agus Fathuddin Yusuf MA, Bendahara Prof Agus Sumartono serta para Ketua Komisi. Para pengurus lainnya dan pengurus MUI Kabupaten/Kota se-Jateng mengikuti melalui daring.

Taaruf Pengurus

Pelaksanaan taaruf pengurus dipandu Ketua MUI Jateng Prof Dr KH Abu Rokhmad MA dan diisi orientasi ke-MUI-an oleh Wakil Ketua Umum Prof Dr Ahmad Rofiq MA.

“Anak-anak muda bersama intelektual kampus yang dikader Kiai Darodji inilah yang mampu membangkitkan kiprah MUI di kancah sosial kemasyarakatan, keagamaan dan pemerintahan,” kata Noor Achmad.

Sentuhan Kiai Darodji, berhasil menciptakan sinergitas yang kuat dalam mengembangkan kemitraan di berbagai kegiatan strategis, hingga mencerahkan masyarakat, terutama di era pandemi. Pemprov selalu berharap munculnya inisiasi-inisiasi MUI Jateng dalam hal fatwa dan tausiyah untuk disosialisasikan ke masyarakat.

Menurut Noor Achmad, kinerja yang luar biasa tersebut patut dicontoh MUI-MUI di Indonesia. Belum dilantik pun, MUI Jateng sudah sarat kegiatan seperti webinar, seruan, tausiah hingga istighotsah rutin untuk agar masyarakat Jateng dibebaskan dari Covid-19. “Posisi sebagai pelindung, pelayan umat dan mitra pemerintah diukir baik oleh MUI Jateng,” katanya.

“Saya berharap peran MUI akan semakin membumi dan menjadi pelopor, sebagai imamnya para umat, khususnya umat Islam. Pembentukan Ganas Annar, Mualaf Center juga sebagai bukti kuatnya semangat melindungi umat,” tambahnya.

Ketua Umum MUI Jawa Tengah Dr KH Ahmad Darodji MSi menyampaikan terima kasih kepada MUI Pusat yang banyak membimbing sehingga tugas-tugas MUI Jateng dapat terselesaikan dengan baik.

Kiai Darodji membenarkan posisi MUI kini benar-benar pada situasi yang tepat untuk mengimplementasikan tugas-tugasnya sebagai pelindung umat, pelayan umat dan mitra pemerintah, khususnya di era pandemi.

MUI Jateng, harus rajin mengeluarkan tausiah untuk umat sekaligus membantu tugas-tugas pemerintah. Misalnya tausiyah mengenai kondisi Covid-19 yang masih mengganas hingga pelaksanaan shalat Iduladha 1442 Hijriyah dan penyembelihan hewan kurban.

“Banyak pihak yang meminta MUI mengeluarkan tausiah. Faktanya memang sebagian besar umat Islam menaati tausiyah terutama di tengah kondisi Covid-19. Komisi-Komisi di MUI Jateng pun banyak yang mengawali kegiatan untuk memberi pencerahan kepada masyarakat dalam mengatasi pandemi.

Kerja MUI Jateng yang padat, tambahnya juga dimudahkan dengan pemanfaatan teknologi digital sehingga dapat memaksimalkan webinar, zoom meting dan lainnya. Setelah pengukuhan, Kiai Darodji mengajak para Komisi MUI Jateng mulai berkegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (Nenden).

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *