6 Tanda Mendekati Sakaratul Maut dalam Islam, 100 Hari Sebelum Ajal Hingga Tanda Akhir

6 Tanda Mendekati Sakaratul Maut dalam Islam, 100 Hari Sebelum Ajal Hingga Tanda Akhir
6 Tanda Mendekati Sakaratul Maut dalam Islam. Foto/ilustrasi


banner 500x500

banner 800x800





Hajinews.id Sakaratul maut merupakan kondisi berhentinya beberapa organ atau alat vital manusia, seperti pernafasan, denyut nadi, dan tekanan darah. Rangsangan eksternal juga hilang, ditandai dengan penghentian aktivitas otak atau fungsi jantung dan paru-paru.

Setiap makhluk hidup yang bernafas pasti akan menemui ajalnya. Bukan hanya manusia, tetapi hewan dan tumbuhan juga tidak bisa bertahan hidup selamanya.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Jika sudah waktunya, semua akan kembali menghadap ke Yang Maha Kuasa. Tingkat kepedihan sakaratul maut setiap orang berbeda-beda, orang yang beriman ruhnya akan lepas dengan mudah dan ringan.

Berikut adalah 6 tanda-tanda sakaratul maut menurut Islam.

1. Kematian seratus hari sebelum ajal

Tanda ini dimulai setelah waktu ashar. Seluruh tubuh merasa gemetar bahkan menyebar dari ubun-ubun ke ujung jari-jari kaki.

2. Kematian empat puluh hari sebelum ajal

40 hari sebelum kematian, seseorang mampu merasakan denyutan-denyutan yang terdapat di bagian pusar. Tanda ini terjadi setelah waktu ashar.

3. Kematian tujuh hari sebelum ajal

Tanda ini juga terjadi setelah waktu ashar. Terjadi perubahan pada fisik serta akan ada perubahan signifikan pada kebiasaan yang dijalaninya selama ini.

Misalnya, seseorang yang mendadak punya selera makan tinggi, padahal ia sedang mengidap penyakit parah atau hal–hal lain di luar kebiasaan dan tidak terduga.

4. Kematian pada tiga hari sebelum ajal

Tiga hari sebelum ajal, seseorang yang memiliki kepekaan atau iman yang cukup tinggi akan bisa merasakan tanda datangnya kematian secara nyata. Salah satu tandanya adalah denyut pada dahi.

Jika ada seseorang yang melihat, bola mata akan kehilangan warna aslinya alias memudar. Kedua kaki terasa lebih lemah, telinga tidak lagi tegak menawan, serta hidung akan terasa sesak atau terbenam.

Jika sudah merasakan tanda-tanda tersebut, alangkah baiknya melakukan puasa serta memperbanyak amalan sholeh. Selain meningkatkan amal ibadah, berpuasa juga dapat meminimalisir najis yang ada dalam perut, sehingga pada saat dimandikan akan lebih mudah untuk dibersihkan.

5. Kematian sehari sebelum ajal

Seseorang akan merasakan satu denyutan di bagian belakang, yaitu di bagian ubun–ubun. Hal tersebut menandakan seseorang yang akan menemui ajalnya tidak akan sempat bertemu waktu Ashar pada hari berikutnya.

6. Tanda akhir

Pada tanda ini, seseorang dianjurkan untuk bersyahadat dan menantikan datangnya maut.

Gambaran beratnya kematian dan sakaratul maut akan dialami oleh setiap yang bernyawa. Ibnu Malik mengatakan, “Bagi seorang mukmin pun,

kematian itu tetap terasa berat, sehingga ia berkeringat di keningnya demi membersihkan dosa-dosanya atau menambah tinggi derajatnya.”

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan ketika menjumpai orang sakaratul maut dan orang yang baru meninggal dunia, diantaranya:

  1. Membimbing membaca kalimat tauhid
  2. Menutup matanya apabila masih terbuka
  3. Menutup mulut dan melipat tangan
  4. Menutup seluruh jenazah
  5. Meletakkan jenazah menghadap kiblat
  6. Menyegerakan pengurusan jenazah.

Sumber: jember

 

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *