Corona Makin Gawat Muktamar IPHI Ditunda, Bagaimana Tanggapan Pengurus Wilayah?

banner 800x800

banner 800x800

banner 500x500

Jakarta, Hajinews.id – Muktamar Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) ke-VII yang rencananya akan digelar 24 – 25 Juli 2021 di Surabaya ditunda berdasarkan hasil keputusan Rakernas XVI yang dilaksanakan secara virtual pada tanggal 3 Juli 2021.

Penundaan Muktamar terjadi akibat lonjakan kasus Covid-19 dan pemberlakuan PPKM Darurat. Lantas, bagaimana tanggapan pengurus wilayah IPHI terkait penundaan Muktamar ini? Berikut pendapat sejumlah pimpinan wilayah dan sekertaris IPHI yang berhasil dihimpun redaksi Hajinews.id:

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Drs. H. Nuryakin, M.Si – Ketua IPHI Kalimantan Tengah

“Oraganisasi itu ada aturan yang harus diikuti, jadi kalau semua Pengurus Daerah, Pengurus Wilayah dan Pengurus Pusat sudah sepakat ditunda ya harus disepakati karena ini berkaitan dengan kondisi darurat di Jawa dan Bali, pada prinsipnya kita ikut saja sepanjang darurat. Kita takutkan dapat membawa mudarat bagi daerah -daerah di luar Jawa dan Bali jika dipaksakan.”

Dr.H.T.S. Arif Fadillah,S​.Sos.,M.Si, – Ketua IPHI Kepri

“Masalah diundurnya Muktamar di Surabaya pada 24-25 Juli di Surabaya, saya pikir kebijakan yang sudah tepat dilakukan mengingat dengan kondisi Covid-19 yang makin meningkat seperti ini, artinya bagaimanapun kebijakan pemerintah perlu kita dukung, apalagi organisasi dibawah pemerintah provinsi atau pemerintahan Republik Indonesia inikan berpatuh dan tumbuh dalam aturan UU, wajar kalau kita mundurkan, walaupun memang daerah-daerah seperti pengurus wilayah ada yang keberatan karena persiapan sudah matang untuk datang ke Surabaya tapi itu tidak masalah karena penyediaan anggaran dan sebagainya-kan belum ada yang beli tiket”.

Ir.H.Maman Supratman – Ketua IPHI Provinsi Bali

” Keputusan Rakernas XVI IPHI untuk menunda pelaksanaan Muktamar IPHI ke-VII di Surabaya demi kebaikan bersama.Ini untuk kebaikan kita semua. saya bersyukur Muktamar diundur”. kata Maman saat dihubungi Hajinews.id pada Rabu (7/7/2021).

Drs. H. Risani, M.Pd.I – Sekertaris IPHI Sumsel

“Pada perinsipnya kita setuju mengingat situasi pandemi ini terus meningkat kemudian Jawa dan Bali-kan ada PPKM Darurat, jadi memang seperti yang disampaikan pada saat Rakernas kemarin usulan beberapa wilayah untuk Muktamar di undur, cuma diundurnya jangan terlalu jauh, jangan terlalu lama”.

Sementara, meskipun Muktamar ditunda, hasil Rakernas memberikan batasan pelaksanaan Muktamar paling lambat dilaksanakan akhir September tahun ini.(sitha)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *