Panitia Pusat Siapkan Berbagai Skenario untuk Muktamar IPHI VII Surabaya

banner 800x800

banner 800x800

banner 500x500

Hajinews — Panitia berpegang pada hasil keputusan Rakernas XVI yang dilaksanakan secara virtual pada tgl 3 Juli 2021. Dimana telah disepakati jika Muktamar IPHI VII di Surabaya ditunda. Pun menurut Wakil Sekretaris Jenderal PP IPHI Hj. Hanik Rofiqoh, hal tersebut merupakan keputusan yang tepat mengingat dua minggu ke depan adalah masa kritis Covid 19.

“Merupakan keputusan yang tepat mengingat dua minggu ke depan adalah masa kritis Covid 19. Hari Sabtu, tgl 3 Juli 2021 saja terjadi penambahan kasus baru rekor harian tertinggi, sebagaimana disampaikan langsung oleh Koordinator PPKM Darurat” kata Hj. Hanik kepada redaksi, kemarin.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Saat ini panitia pusat maupun daerah akan melihat perkembangan PPKM Darurat sampai kapan diperpanjang. Meski demikian, panitia akan mengantisipasi kemungkinan terburuk jika PPKM Darurat diperpanjang paling lama akhir Agustus atau awal September, Muktamar VII IPHI digelar secara hybrid, dimana sebagian peserta hadir langsung dan sebagian besar yang lain mengikuti secara virtual (Ketua PW atau yang mewakili saja yang hadir di Surabaya sementara PD memberikan mandat kepada PW). Tetapi, jika Satgas Covid 19 tidak mengizinkan hadir secara langsung, maka Muktamar dilaksanakan full secara virtual, pengambilan keputusan dilakukan secara daring.

Perlu diketahui, Luhut Panjaitan dalam press briefing virtual didampingi Menkes RI.

Hari ini tercatat sudah 2.25 juta lebih warga Indonesia yang terpapar. Peningkatan penularan yang massif baik peningkatan jumlah yang terkonfirmasi positif maupun yang meninggal dunia karena terinfeksi Covid 19 hampir merata di seluruh Indonesia utamanya di Jawa Timur yang akan menjadi tempat penyelenggaraan Muktamar VII IPHI.

Program unggulan IPHI

Sementara itu Hanik juga sangat mendorong salah satu program unggulan dari empat program yang dibahas di Rakernas.

“Saya sangat mendorong program ‘Wakaf Stunting’ ya, kenapa, karena dari dari 4 program unggulan yang muncul di Rakernas kemaren, yaitu dalam bidang 1) pangan, 2) kesehatan, 3) pendidikan dan 4) peningkatan kualitas jamaah haji maka seluruh program unggulan tsb akan terwadahi dalam program Wakaf Stunting,” ungkapnya.

Sebab dengan menjalankan program Wakaf Stunting, Hanik menilai setidaknya IPHI telah berikhtiar menjaga kemabruran haji melalui peningkatan kualitas generasi, “Al-Quran sudah mengingatkan kita bahwa jangan sampai kita meninggalkan anak keturunan yang lemah baik fisik, mental, ekonomi, pendidikan, dst.. (lihat QS. An-Nisa’ Ayat 9)”.(Ingeu)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *