Italia Hentikan Vaksin AstraZeneca, Usai Wanita 18 Tahun Meninggal Pasca Divaksin

banner 800x800

banner 800x800

banner 500x500

Hajinews – Italia pada Jumat (11/06/2021) menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca untuk warga berusia di bawah 60 tahun, demikian diumumkan pejabat kesehatan setempat dalam konferensi pers mingguan terkait pandemi Covid-19, seperti dilansir Xinhua, Sabtu, (12/6/2021).

Langkah itu diambil setelah seorang wanita berusia 18 tahun meninggal dunia akibat pembekuan darah pada Kamis (10/6/2021) setelah menerima dosis pertama AstraZeneca pada 25 Mei.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Menyusul penangguhan tersebut, Komite Ilmiah Teknis (Technical Scientific Committee/CTS) merekomendasikan agar warga berusia di bawah 60 tahun yang telah menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca diberi vaksin yang berbeda untuk dosis keduanya.

Menurut sejumlah laporan media setempat, wanita muda itu menderita trombositopenia autoimun, kondisi ketika jumlah platelet darah rendah, dan sedang menjalani terapi hormon ganda.

Penyelidikan sedang dilakukan untuk mengetahui apakah perempuan tersebut telah menyampaikan informasi ini saat prosedur vaksinasi, lapor kantor berita Italia, Ansa.

“Skenario epidemiologi berubah, dan begitu pula hubungan antara manfaat vaksinasi dengan risiko potensial pembekuan darah yang tidak biasa,” tutur Franco Locatelli, Koordinator Komite Ilmiah Teknis (Technical Scientific Committee/CTS) yang memberikan saran kepada pemerintah terkait cara menangani pandemi, dalam konferensi pers tersebut dikutip dari kompastv.

CTS merekomendasikan agar warga berusia di bawah 60 tahun yang telah menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca diberi vaksin yang berbeda untuk dosis keduanya, ujar Locatelli, seraya menambahkan bahwa langkah ini menunjukkan “kehati-hatian yang sangat besar.”

Lebih dari 40,7 juta dosis vaksin telah disuntikkan di Italia dan lebih dari 13,7 juta orang, atau 25 persen dari populasi berusia di atas 12 tahun, telah mendapatkan vaksinasi lengkap, menurut perhitungan terbaru dari Kementerian Kesehatan Italia pada Jumat. (dbs).

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *