UAS: Malaikat Mikail Tak Pernah Tersenyum Sejak Allah Ciptakan Neraka, Kenapa?

UAS: Malaikat Mikail Tak Pernah Tersenyum Sejak Allah Ciptakan Neraka, Kenapa?
Ustadz Abdul Somad
banner 800x800

banner 800x800

banner 500x500
Hajinews.id – Ustadz Abdul Somad atau yang kerap disebut UAS belum lama ini berkisah tentang Malaikat Mikail yang diklaimnya tak pernah tersenyum sejak Allah menciptakan neraka.

Adapun hal itu UAS ungkapkan dalam sebuah video animasi berdurasi sekitar Iima menit yang ia unggah di Instagram resminya.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Menurut UAS, kisah tentang Malaikat Mikail yang tak pernah tersenyum setelah melihat neraka berasal dari Anas bin Malik.

“Ketika Allah SWT menciptakan neraka, sejak diciptakannya, sampai saat ini Malaikat Mikail tidak pernah tersenyum sekali pun,” papar UAS, dikutip pada Jumat, 11 Juni 2021, via Instagram.

UAS kemudian menjelaskan alasan mengapa Malaikat Mikail tak pernah tersenyum sejak Allah menciptakan neraka.

“Karena takutnya pada api neraka,” beber UAS.

Menurutnya, Malaikat Mikail sangat takut hingga tak pernah lagi tersenyum kerena telah melihat secara langsung ganas dan ngerinya api neraka.

“Sedangkan kita tidak melihat secara langsung. Kita hanya tahu (neraka) dari Al-Qur’an, dari hadis, dari fatwa, ceramah, dan tausiah ulama.”

UAS mengatakan bahwa pengetahuan yang didapatkan dari ‘telinga’ (hanya mendengar ‘katanya’) dan penglihatan langsung tentu sangat jauh berbeda efeknya.

Logikanya, Malaikat Mikail yang notabene derajatnya jauh di atas manusia pun sampai ketakutan hingga menyebabkannya tak pernah lagi tersenyum setelah melihat neraka. Nah, apalagi manusia biasa?

Sebagai penutup, UAS kemudian berpesan agar kita sebagai manusia, utamanya umat Muslim, menjauhi hal-hal yang dilarang Allah SWT, salah satunya makanan haram.

Mengapa? Agar saat kita (manusia) mendengar ayat-ayat Allah SWT, maka hati kita tidaklah ‘keras’ hingga mampu tersentuh dengan mudah.

Sumber: terkini

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *