Temui Kabareskrim, Ustadz Adi Hidayat Sampaikan Prihatin Ada Pihak Pemecah Belah Bangsa

banner 800x800

banner 800x800

banner 500x500

Hajinews — Ustaz Adi Hidayat (UAH) menemui Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, berdiskusi seputar dinamika hukum, sosial, dan kebangsaan di Indonesia. Pertemuan berlangsung di kantor Bareskrim, Jakarta Selatan, Jumat (11/6).

Dalam pertemuan sekitar 1 jam itu, UAH menyampaikan keprihatinannya terhadap pihak-pihak tak bertanggung jawab yang menjadikan pandemi Covid-19 untuk memecah belah bangsa. Termasuk pula, katanya, dengan menciptakan narasi-narasi adu domba di media sosial.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Menurut UAH, Bareskrim Polri berperan besar dalam mengawasi dan menertibkan permasalahan sosial yang berimbas kepada persoalan hukum. Ia pun memberikan dukungan terhadap kerja-kerja Bareskrim untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Saya rasa peran Bareskrim Polri sudah sangat besar dalam upaya mengawasi dan menertibkan banyaknya permasalahan sosial yang dapat berimbas ke masalah hukum dengan kinerja yang sangat profesional saat ini,” ujar UAH dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat.

“Dan kami siap memberikan dukungan kepada Mabes Polri dalam rangka sosialisasi kebijakan Polri dalam hal membantu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, baik melalui media dakwah dan pembinaan yang tepat sasaran,” lanjutnya, sebagaimana dilansir CNN.

Dalam keterangan resmi yang sama, dalam perbincangan dengan UAH, Agus mengatakan kesalahpahaman acap kali terjadi di tengah masyarakat karena ada pihak tidak bertanggung jawab membuat citra negatif atas pihak lainnya. Hal itu terkadang membuat kekisruhan. Dalam hal ini, menurut dia, negara harus hadir.

“Di tengah segala kisruh yang ada, rasanya negara memang perlu hadir untuk menjadi penengah yang arif. Tetapi, di saat yang bersamaan, posisi negara juga jangan dihakimi dulu, dicurigai, dinyinyiri, dan seterusnya. Karena pada dasarnya yang mengikat kita semua adalah Undang-undang dan koridor hukum yang berlaku. Kita patuh dan tunduk pada semua itu,” ujar mantan Kepala Badan 7 Keamanan (Kabaharkam) Polri tersebut.

Ia menambahkan, sinergi yang melibatkan banyak pihak merupakan suatu kebutuhan. Semua pihak, lanjut dia, harus sama-sama bergerak untuk satu tujuan yang sama yakni menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Pada pembicaraan tersebut, baik UAH maupun Agus mengajak masyarakat untuk bijak dalam menyampaikan kritik dan bertindak. Hal itu semata-mata supaya tidak menambah beban dalam menghadapi pelbagai persoalan sosial dan ekonomi di masa pandemi Covid-19.(dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *