Surat Terbuka Untuk Presiden AS Joe Biden: Jangan Biarkan Serangan Israel di Gaza

banner 500x500

Jakarta,  Hajinews.id – Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengirimkan surat terbuka untuk Presiden AS Joe Biden lewat Kedutaan Besar AS di Jakarta, Senin (17/5). Surat terbuka itu dikirimkan terkait sikap Amerika Serikat soal konflik Israel dan Palestina yang tak kunjung usai.

Surat itu diantarkan oleh Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS Sukamta dan Sekretaris Fraksi PKS DPR Ledia Hanifa. Sukamta mengatakan, melalui surat untuk Joe Biden, PKS menyatakan dukungannya bagi kemerdekaan Palestina.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Pada kesempatan siang ini saya bersama Bu Ledia, pimpinan dari Fraksi PKS DPR RI mengantarkan surat dari Presiden PKS ditujukan kepada Presiden Amerika Joe Biden, yang isinya adalah PKS mengutuk seluruh kekerasan dari penjajah Israel dari bangsa terjajah Palestina, dan PKS mendukung kemerdekaan penuh bangsa Palestina menuju kemerdekaan dari keterjajahannya sesuai dari amanat UUD 1945, bahwa kemerdekaan itu hak segala bangsa,” kata Sukamta.

Anggota Komisi I DPR ini menyayangkan sikap pemerintah AS yang secara sepihak membela aksi yang dilakukan Israel dengan melakukan hak veto di Dewan Kemanan PBB.

“Kita tahu bahwa Presiden AS sikapnya sangat sepihak juga diikuti perwakilan AS di Dewan Keamanan PBB yang akan memveto apa saja sanksi yang ditujukan kepada Israel. Tentu saja ini bertolak belakang dengan semangat AS yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia,” ujar Sukamta.

Selain itu, Joe Biden masih diam membiarkan serangan brutal Israel ke Palestina. PKS pun meminta Biden segera bersikap.

“Dalam surat ini, Presiden PKS mengingatkan Presiden Amerika Serikat jangan hanya diam dan meminta AS agar tetap berpegang dengan nilai-nilai universal maupun nilai-nilai yang diyakini Amerika sendiri,” kata dia.

Sementara itu, Ledia menuturkan PKS akan menempuh jalur diplomasi parlemen di DPR untuk menguatkan dukungan terhadap perjuangan bangsa Palestina.

“Kita memiliki Kaukus Palestina, grup kerja sama antara parlemen Palestina yang salah satu ketuanya merupakan anggota dari Fraksi PKS, Pak Syahrul Aldi Mazaat. Kemudian Ketua Fraksi dan anggota legislatif dari PKS sudah menyampaikan ke Kemenlu. Kita mengapresiasi namun kita juga mendorong untuk lebih proaktif terhadap kasus Palestina,” ungkap Ledia.

“Dan ini sudah menjadi pemahaman kita di parlemen secara umum harus ada langkah diplomasi yang lebih keras. Karenanya sebagai partai dan sebagai fraksi, kita mendorong langkah itu semua,” pungkasnya.

Berikut surat terbuka Presiden PKS kepada Presiden AS Joe Biden:

Untuk Tuan Presiden Joe Biden,

Empat bulan sudah Anda resmi menjadi Presiden Amerika Serikat. Masih teringat, bagaimana Anda dalam kampanye menyampaikan kepada komunitas Muslim di Amerika Serikat bahwa suara Muslim Amerika penting bagi komunitas kami, bagi negara kami. Dan saat ini, kami umat Islam sedang terluka oleh tindakan brutal tentara Israel. Di saat kami sedang menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan, di saat kami sedang merayakan Idul Fitri.

Dan yang lebih melukai lagi, sikap pemerintahan Anda yang memveto dukungan 14 anggota Dewan Keamanan PBB untuk deklarasi bersama demi mengurangi ketegangan Palestina – Israel. Sikap Dewan Keamanan PBB yang sesungguhnya kami nanti-nantikan sebagai hadiah Hari Raya kami, namun negara Anda telah memvetonya seakan tidak peduli dengan nasib kemanusiaan bangsa Palestina.

Terlebih Anda tahu bahwa di antara korban serangan brutal Israel adalah warga Gaza yang hingga hari ini masih diblokade. Blokade itu sendiri sungguh merupakan tindakan yang sangat tidak manusiawi, karena menghalangi bantuan kemanusiaan internasional untuk korban kekerasan.

Dan Anda masih diam saja, bahkan membiarkan serangan brutal Israel yang diarahkan ke warga sipil di Gaza. Bukan hanya menghancurkan rumah-rumah, juga menghancurkan kantor-kantor termasuk kantor media yang semestinya dilindungi dari serangan sebagai bentuk kebebasan pers.

Tuan Presiden Joe Biden,

Israel mungkin mengatakan bahwa serangan mereka untuk membalas respon gerakan perlawanan di Palestina. Tapi Anda perlu ingat, bahwa reaksi gerakan perlawanan di Palestina karena mereka menyaksikan saudara-saudara mereka di perkampungan Sheikh Jarrah diusir, juga umat Islam yang sedang beribadah di Masjid Al Aqsha diserang oleh tentara Israel.

Anda juga perlu ingat, bahwa kota tua Al Quds (Jerussalem) yang di dalamnya ada Masjid Al Aqsha merupakan warisan budaya dunia di bawah pengawasan UNESCO. Maka semestinya negara Anda sebagai salah satu negara yang memiliki hak veto, dapat mendorong PBB untuk bisa menyelamatkan warisan budaya dunia kota tua Al Quds (Jerussalem).

Tuan Presiden Joe Biden,

Kami percaya Anda masih memiliki hati nurani. Negara besar Anda tentu ingin dipandang terhormat dengan pembelaan-pembelaan kemanusiaannya. Apalagi pemerintahan Anda telah bertekad untuk menjadikan prinsip multilateralisme, keadilan dan hak asasi manusia sebagai landasan politik luar negeri Amerika Serikat. Maka, sesungguhnya inilah saat yang tepat untuk membuktikannya.

Buktikan bahwa keadilan dan hak asasi manusia di Palestina tidak terkubur oleh tindakan-tindakan brutal tentara Israel. Kami sangat berharap kepada pemerintahan Anda, untuk mengambil sikap tegas menghentikan kebrutalan tentara Israel yang mengorbankan kaum perempuan dan anak-anak di Palestina. Mereka adalah saudara-saudara muslim bagi umat Islam di Amerika, umat Islam yang telah Anda minta dukungan untuk memilih Anda pada pemilu yang lalu.

Kembalikan harga diri Amerika Serikat sebagai negara yang menjunjung hak asasi manusia. Atau dunia akan semakin antipati dengan negara Anda.
Ttd.

Presiden PKS

Ahmad Syaikhu

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *