Ratusan TKA China Akan Kerjakan Proyek Strategis, LaNyalla: Bisa Lukai Perasaan Masyarakat

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mattalitti. /ANTARA
banner 500x500

Hajinews — Kabar kedatangan tenaga kerja asing (TKA) China masuk ke Indonesia pada masa larangan mudik Lebaran 2021 menuai kritikan.

Pemerintah dinilai perlu memberikan kejelasan kepada masyarakat, sebab bukan tidak mungkin bisa mencederai kepercayaan masyarakat.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA LaNyalla Mattalitti.

Menurutnya, isu kedatangan TKA China pada masa larangan mudik 2021 bisa melukai perasaan masyarakat yang tak bisa mudik Idul Fitri 2021.

“Pemerintah perlu menanggapi kegelisahan publik mengenai isu masuknya TKA China ke Indonesia,” kata LaNyalla Mattalitti.

“Hal ini bisa melukai perasaan masyarakat, karena terjadi saat adanya pelarangan mudik yang menyebabkan warga tidak bisa pulang kampung saat perayaan Idul Fitri,” sambung LaNyalla sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Bekasi.com dari Antara, Senin (17/5/2021).

Soroti 4 kloter TKA

Dia menyoroti bagaimana terdapat sekitar empat kloter TKA China yang masuk Indonesia, beberapa waktu terakhir.

Kloter pertama sebanyak 85 WN China dan tiga WNI yang tiba pada Selasa, 4 Mei 2021 di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta. Lalu kloter kedua ada 46 WN China yang masuk Indonesia pada Kamis, 6 Mei 2021.

Selanjutnya kloter ketiga tiba dengan membawa sebanyak 160 WN China pada Sabtu, 8 Mei. Terakhir adalah kabar kedatangan 114 TKA menggunakan pesawat sewa atau carter saat Hari Raya Idul Fitri pada 13 Mei 2021.

“Saya harap mennaker, menhub, pihak imigrasi dan jajaran terkait bisa memberikan klarifikasi agar tidak ada kesalahpahaman. Karena kabarnya para TKA yang masuk ke Indonesia tersebut merupakan pekerja asing untuk berbagai proyek strategis nasional (PSN),” ujarnya.

LaNyalla menyadari penempatan TKA untuk bekerja di PSN sesuai dengan permintaan dari investor proyek itu sendiri.

Sama halnya dengan Indonesia yang membawa Pekerja Migran Indonesia (PMI) jika ada investasi di luar negeri.

Namun, menurut dia, perlu ada penjelasan komprehensif agar publik betul-betul memahami mengapa TKA tiba di Indonesia sehingga tidak menjadi kontroversi berkepanjangan.

LaNyalla mengemukakan klarifikasi dari pemerintah dibutuhkan karena adanya pihak yang mengkritisi UU Cipta Kerja, terutama klaster ketenagakerjaan.

Mantan Ketua Kadin Jatim itu mengingatkan, UU Cipta Kerja dibuat untuk membuka banyak lapangan pekerjaan baru.

Pemerintah diminta mementingkan tenaga kerja dalam negeri, apalagi dampak pandemi Covid -19, banyak pekerja atau buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Masyarakat perlu keadilan, di tengah sulitnya mencari pekerjaan dan lahirnya UU Cipta Kerja yang disampaikan pemerintah untuk membuka lapangan pekerjaan dan penyerapan tenaga kerja nasional, masyarakat ingin merasakan janji yang disampaikan pemerintah.” kata LaNyalla.(dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *