Palestina: Kami Memohon dengan Sangat kepada Indonesia

banner 500x500

Jakarta, Hajinews.id – Pemerintah Palestina, melalui kedutaan besarnya di Jakarta, meminta Pemerintah Indonesia mengambil langkah intervensi untuk meminta pertanggungjawaban okupasi Israel atas pelanggaran yang terjadi terus-menerus terhadap warga Palestina.

“Kami memohon dengan sangat kepada pemerintah Indonesia dan semua pendukung Palestina yang merdeka di negara ini, untuk mengintervensi dan mengaktivasi mekanisme hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional, untuk meminta pertanggungjawaban okupasi Israel atas serangan yang terus-menerus dilakukan terhadap warga sipil Palestina,” demikian pernyataan tertulis Kedubes Palestina, Senin (17/5/2021).

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Setiap 15 Mei, masyarakat Palestina memperingati Nakba atau “Hari Bencana” yang masih berlangsung hingga saat ini sejak 1948. Hari Nakba ditandai dengan terusirnya bangsa Palestina dari tanah air mereka setelah pendirian Negara Israel oleh kaum zionis.

“Nakba adalah akar penyebab dari apa yang kita saksikan hari ini di Palestina yang diduduki. Ini adalah akar dari penderitaan kami yang masih berlangsung,” ungkap Kedubes Palestina.

Pengusiran besar-besaran dan pembersihan etnik atas kota-kota, desa-desa, dan masyarakat Palestina di tangan para pemukim ekstremis Yahudi, terus terjadi sampai hari ini. Warga Palestina dipaksa keluar dari kampung halaman mereka, tanpa pernah diizinkan untuk kembali.

“Nakba bukanlah kejadian masa lalu, tapi ini masih berlangsung. Untuk Israel, mengambil 78 persen dari Palestina yang bersejarah dengan kekerasan tidaklah cukup. Pencurian tanah, pengusiran, dan penekanan tak pernah berhenti satu hari pun. Serangan terhadap masyarakat Palestina hanya dapat dipahami melalui konteks ini,” kata Kedubes Palestina.

Saat ini, ketegangan masih terus meningkat. Sejak minggu lalu, Israel meluncurkan puluhan serangan udara di Gaza. Sementara, kelompok militan Hamas melakukan serangan roket terhadap kota-kota di Israel dalam peperangan yang pada Senin (17/5/2021) ini telah memasuki pekan kedua.

Sebelum konflik mengalami eskalasi, personel militer Israel mengusir keluarga-keluarga Palestina dari kawasan Sheikh Jarrah di Yerusalem. Serangan juga terjadi di Masjid al-Aqsa di Yerusalem selama Bulan Suci Ramadhan.

Menurut Kedubes Palestina, Gaza yang kini berada di bawah pengepungan permanen dan telah terputus dari hubungan dengan dunia luar selama 15 tahun. Masyarakat di wilayah itu tengah menderita serangan yang terburuk. Ribuan orang terluka, dan lebih dari 200 orang tewas termasuk puluhan perempuan dan anak-anak.

Kedubes Palestina mengatakan, rakyat Palestina telah menjadi sasaran uji coba senjata-senjata dan teknologi pengawasan yang dibeli oleh Israel.

“Ini waktunya untuk mengakui bahwa jika sebuah negara yang secara mayoritas terdiri atas para pengungsi, berada di bawah okupasi asing, dan terkungkung dalam pecahan-pecahan lahan yang terus mengecil dan berada di bawah ancaman permanen dari kelompok pemukim bersenjata, satu pihak tak bisa mempertahankan sikap ‘netral’,” kata kantor diplomatik Palestina itu.

Oleh karenanya, pemerintah Palestina mendesak agar komunitas internasional mengambil langkah yang diperlukan untuk membantu menghentikan pelanggaran-pelanggaran HAM dan tindak kriminal peperangan yang dilakukan oleh Israel, termasuk kepada Pemerintah Indonesia.

Indonesia menjadi salah satu negara yang vokal menyuarakan dukungan terhadap perjuangan bangsa Palestina dalam mewujudkan kemerdekaan dari pendudukan Israel. Hal tersebut telah ditegaskan oleh Pemerintah Indonesia, baik oleh Presiden Joko Widodo, maupun melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

“Keadilan harus tercipta bagi rakyat Palestina. Dan saya tekankan bahwa Indonesia akan terus mendukung perjuangan Palestina,” kata Menlu Retno dalam konferensi pers virtual membahas perkembangan pertemuan luar biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

 

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *