Kisah Trio Meninggal Sehari Setelah Disuntik Vaksin AstraZeneca

banner 500x500

Hajinews.id – Trio Fauqi Virdaus mengeluh ke orangtua sebelum meninggal dunia setelah disuntik vaksin covid-19 jenis AstraZeneca.

‘aduh mah, sakit banget mah, kepala sakit mah, pusing mah’,” kata Vickih menirukan ucapan almarhum adiknya Trio Fauqi Virdaus.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Kematian Trio pun menjadi pertanyaan. Jenazahnya yang sudah dikebumikan dikabarkan akan diotopsi. Pihak keluarga berikan alasan izinkan jenazah sang almarhum diotopsi.

Dikabarkan, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) bersama Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyambangi rumah Trio Fauqi Virdaus (22), Senin (17/5/2021).

Trio Fauqi Virdaus, warga Jalan Buaran III RT 03 RW 015, Duren Sawit, Jakarta Timur meninggal dunia pada 6 Mei 2021 usai memperoleh vaksin AstraZeneca yang dilakukan sehari sebelumnya.

Abang Trio, Sabbihis Fathun Vickih menceritakan pertemuan itu merupakan bagian dari silaturahmi, sekaligus mendengarkan langsung kronologis kejadian yang menimpa almarhum.

Selain itu, pihak keluarga juga dimintai kesediaan untuk dilakukan proses otopsi terhadap jenazah Trio yang sudah dimakamkan untuk mengetahui penyebab meninggalnya.

“Pihak keluarga jelas dan tentunya ikhlas bersedia dilakukan otopsi oleh pihak terkait,” kata Vickih, Senin (17/5/2021).

Vickih menambahkan otopsi segera dilakukan yang tentunya berkoordinasi bersama petugas pelaksana dari tindakan tersebut.

“Nantinya pihak Puskesmas Duren Sawit akan hubungin keluarga tentang tanggal dan waktu hingga berapa lama,” ucapnya.

Menurut Vickih, hal semacam ini perlu dilakukan supaya kejadian serupa tidak terulang kembali serta bisa diketahui apa penyebab meninggalnya anak ketiga dari lima bersaudara itu.

“Kami keluarga sangat bersedia demi kepentingan masyarakat dan masalah ini terang seterangnya,” tegas Vickih.

Sebelumnya, abang korban, Sabbihis Fathun Vickih menceritakan peristiwa bermula saat Trio mengikuti vaksinasi yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Rabu (5/5/2021).

Sepulangnya dari kegiatan vaksinasi, korban yang tiba di rumahnya di Jalan Buaran III RT 03 RW 015, Duren Sawit, Jakarta Timur sekitar pukul 15.30 WIB mengeluhkan badannya yang mendadak sakit.

“Dia cerita ke ibu, baru selesai vaksin di GBK. Dia ngerasa badan nggak enak seperti sakit kepala luar biasa terus pegal linu luar biasa,” ungkapnya.

Setelahnya Trio ditawarkan obat analgesik sama ibunya meski belakangan ditolak.

Hal tersebut dilakukan karena Trio takut ada efek samping mengingat baru saja mengikuti proses vaksinasi.

Sang ibu pun menyuruh Trio untuk pergi ke klinik yang memang lokasinya dekat dari rumah. Namun, itu tidak jadi dilakukan karena sedang tutup.

“Itu bukan dokter keluarga atau dokter langganan karena memang dokter itu jaraknya nggak jauh.

Kalau yang lain bilang langganan bukan, karena deket ke situ dan bagus, cepet sembuhnya,” tegasnya.

Namun belum sempat ke dokter, kondisi anak ketiga dari lima bersaudara itu makin memburuk.

Trio kembali mengeluhkan sakit yang dideritanya lebih parah daripada sebelumnya.

“Kamis pagi bangun, sakit kepala sampe ngeluh ke ibu ‘aduh mah, sakit banget mah, kepala sakit mah, pusing mah’,” kata Vickih menirukan ucapan almarhum.

(Foto: Semasa Trio Fauqi Virdaus, pria yang meninggal dunia sehari setelah disuntik vaksin AstraZeneca./Istimewa)

Vickih menambahkan, sakit yang diderita adiknya bukan sekadar pusing biasa tapi sakit kepala yang sudah sangat luar biasa.

“Sampe akhirnya dia syok, nafas terengah engah dan langsung jatuh seperti pingsan di tempat tidur,” beber Vickih.

Melihat hal itu, Vickih dan keluarga lalu berinisiatif membawa Trio yang bekerja di perusahaan ke rumah sakit terdekat dalam hal ini RS Bersalin Asta Nugraha, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Hanya saja ketika berada di sana, oleh petugas dari rumah sakit korban diarahkan untuk dirujuk ke rumah sakit lebih besar karena baru saja ikut vaksinasi Covid-19.

Namun, belum sempat dirujuk ke rumah sakit lain, korban yang merupakan kelahiran Jakarta, 16 Desember 1998 itu sudah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter yang memeriksanya.

“Mereka nanya ini karena apa? Pas tahu habis vaksin lalu dianjurkan untuk berobat ke rumah sakit besar. Tapi selang lima menit ada dokter yang periksa yang menyatakan adik saya sudah meninggal jam 12.30,” katanya.

Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari mengatakan kunjungan ke rumah Trio di Jalan Buaran III RT 03 RW 015, Duren Sawit, Jakarta Timur untuk silaturahmi semata.

“Juga konfirmasi kesediaan keluarga hal-hal yang diperlukan untuk melengkapi data,” ujar Hindra.

Hindra menuturkan, hingga saat ini belum dapat disimpulkan apakah meninggalnya Trio memang diakibatkan vaksinasi atau ada penyebab lainnya.

Untuk itu pihaknya juga mendengarkan secara langsung dari pihak keluarga kronologis kejadian yang dislami Trio hingga akhirnya meninggal.

Selain itu, juga meminta kesediaan pihak keluarga agar bersedia dilakukan otopsi agar bisa diketahui penyebab meninggalnya Trio.

“Saya datang ke sini supaya dengar langsung dari ibu almarhum karena kan dia yang dampingi dari gejala pertama sampai dampingi ke rumah sakit,” tandasnya. (dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *