Hikmah Malam : Manajemen Ikhlas

banner 500x500

Hajinews.id – Ikhlas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti bersih hati atau tulus hati, Ikhlas adalah melakukan sesuatu tanpa mengharapkan sesuatu yang lain.

Ikhlas dimaknai pula sebagai kemurnian dalam melakukan sesuatu tanpa mengharapkan imbalan. Prof. Dr. Quraish Shihab menganalogikan ikhlas dengan gelas yang diisi penuh air yang bening tanpa campuran zat apa pun.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam menjalankan agama dengan lurus” (Qs Al-Bayyinah/98:5).

Dalam melakukan sesuatu tidak mengharapkan apa pun, berserah diri kepada Allah dengan ketulusan hati. Ikhlas memang mudah untuk diucapkan tapi sulit untuk diamalkan. Ikhlas sering diartikan pula dengan menerima apa pun yang terjadi dan merelakan nya.

Ikhlas merupakan pekerjaan hati, maka seseorang melakukan sesuatu dengan ikhlas tidak akan bisa diketahui oleh orang lain, yang mengetahui keikhlasan seseorang hanyalah Allah dan dirinya sendiri.

“Sesungguhnya Allah tidak menerima amal perbuatan kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya” (Hadis Rasulullah S.A.W. riwayat Abu Dawud dan Nasa’i)

Seseorang yang melakukan amal dengan ikhlas tidak akan menjumpai kekecewaan dalam hidupnya karena dia hanya mengharapkan ridha Allah semata.

Dalam memaknai keikhlasan sering dianalogikan dengan filosofi gula dan kopi, ketika diseduh kopi bersama gula yang disebut “Kopi manis” bukanlah kopi gula, di situ hanya kopi yang disebut sedangkan nama gula tak disebut sama sekali. Gula dapat dirasakan dan dinikmati namun tak ada pujian yang diterima.

Dalam keseharian pun marilah kita beramal dan bekerja seperti gula yang menjadi pemanis dalam kehidupan dan masyarakat, tak penting mereka tahu siapa kita yang penting manfaatnya dapat dirasakan.

Ketika hal ini dapat dilakukan maka kita telah memasuki gerbang keikhlasan. Kita akan melakukan aktivitas bekerja, beribadah dan amal kesholehan lainnya dengan sebaik-baiknya, yang diharapkan adalah keridhaan Allah semata.

“Untuk memberi warna kebaikan dalam kehidupan tidak perlu menunggu esok, tak perlu menunggu kaya dan tak perlu menunggu kuat. Menyampaikan ilmu yang sedikit lebih bermanfaat jika dilakukan dengan keikhlasan.”

Marilah kita awali amal kita dengan niat yang baik karena amal baik berawal dari niat yang baik, Muththbin Abdullah berkata ” Kebaikan hati tergantung pada kebaikan amal, dan kebaikan amal bergantung kepada kebaikan kebaikan niat” (dbs)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *