Pertanyaan Tes KPK Janggal, Rocky Gerung: Pembuat Soal dari Gorong-gorong

Rocky Gerung


banner 500x500

Hajinews — Hasil tes Wawancara Kebangsaan untuk pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan segera diumumkan pihak KPK. Namun, diketahui terdapat deretan pertanyaan janggal dalam tes alih KPK menjadi PNS ini.

Menurut kesaksian beberapa pegawai KPK, pertanyaan yang diajukan lebih mirip screening ideologi.

Bacaan Lainnya

banner 800x800

banner 400x400

Pertanyaan mengenai FPI, LGBT, revisi UU KPK, penista agama, dan bangsa China adalah sebagian dari pertanyaan yang membuat pegawai merasa janggal.

Menanggapi hal ini, Rocky Gerung menyampaikan pandangannya melalui kanal Youtube Rocky Gerung Official, Selasa (4 Mei 2021) berjudul “NEGARA MAKIN NGACO! WARGA NEGARA SENDIRI KOK DICURIGAI”, sebagaimana dilansir Repelita.

Rocky menilai, apa yang ditanyakan adalah pandangan pribadi dan seharusnya pertanyaan yang diajukan untuk mengevaluasi kemampuan pegawai.

“Jadi yang ditanya adalah pandangan pribadi terhadap hal yang udah dirumuskan oleh rezim gitu. Jadi bukan mengevaluasi kemampuan dia (pegawai) untuk membayangkan kalau ada kasus korupsi yang berlapis-lapis, (bagaimana) mereka menyelesaikannya,” ujarnya.

Lebih lanjut Rocky menilai untuk apa KTP jika pertanyaan yang diberikan masih seputar Pancasila, sejarah, dan sebagainya.

“Kan mustinya itu yang dites karena (itu) soal profesi tuh, kalau masih dites soal kewarganegaraan ya buat apa dikasih KTP Indonesia, kan orang sudah dapat KTP itu artinya dia warga negara, warga negara itu sudah sama pengetahuan dia tentang Pancasila, rasisme, sejarah, dan lainnya,” terang Rocky.

Peristiwa ini menurut Rocky menunjukkan Indonesia kembali ke zaman pengendalian ideologi.

“Yang perlu adalah kualifikasi khusus yaitu keahlian dia dalam mengejar koruptor, jadi ini negara balik lagi sistem pengendalian ideologi, kalau anak SMA ya diajarin lagi tuh apa sejarah komunis, ini orang udah selesai seluruh proses belajarnya masih ditanya hal ajaib,” tandasnya.

Rocky memperkirakan pihak yang membuat soal-soal ini adalah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Ini ngaconya nih, ini yang bikin pertanyaan nih dari mana (asalnya), dari gorong-gorong apa, atau jangan-jangan ini pertanyaan disusun oleh BPIP, saya kira iya tuh,” lanjutnya.

Rocky juga menilai pertanyaan semacam ini mencurigai warga negara.

“Saya menduga ini semacam upaya untuk mencurigai warga negara tuh, kan pertanyaan begitu (berarti) pertanyaan yang mencurigai warga negara kan. Harusnya kan ditanya hal yang berhubungan dengan kapasitas, pengetahuan,” imbuh pengamat politik ini.

Dengan ini, Rocky menduga semua pegawai menjawab sesuai dengan yang diinginkan pembuat pertanyaan.

“Ini bener-bener gila nih, kan ya semua orang pasti menjawab hal yang menyenangkan (untuk) si pembuat pertanyaan supaya dia (pegawai) bisa masuk kan, saya kira yang ikut (tes) kemarin itu ketawa-ketawa (saat) menjawabnya,” katanya.(dbs)

Facebook Comments
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *