Kisah Sosok Manusia Yang ikhlas Dalam Memberi dan Berkorban

Kisah Sosok Manusia Yang ikhlas Dalam Memberi dan Berkorban
foto/ilustrasi


banner 500x500

Oleh KH. Abdullah Gymnastiar

Hajinews – Sosok manusia yang ikhlas dalam memberi dan berkorban sejatinya sangat jarang kita temukan. Namun, bukannya tidak ada. Pasti ada! Hanya saja, jumlah mereka tidak banyak. Salah seorang di, antaranya terungkap dalam kisah yang disampaikan oleh Al-Ashma’i berikut.

Bacaan Lainnya

banner 800x800

banner 400x400

Suatu ketika, Maslamah bin Abdul Malik—panglima perang pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz—mengepung sebuah benteng pertahanan pasukan kafir dan orang-orang belum ada yang berani memasuki lorong benteng tersebut. Tiba-tiba, seseorang dari kumpulan pasukan yang tidak dikenal menerobos masuk ke dalam lorong benteng. Dia berhadapan langsung dengan kematian. Namun, dengan gagah berani, orang ini menghadapi pasukan kaum kafir sendirian. Hal ini pada akhirnya mampu membuka jalan bagi pasukan kaum Muslimin lainnya untuk menerobos benteng pertahanan. Maka, dalam peristiwa ini, Allah Ta’ala pun memenangkan pasukan kaum Muslimin.

Setelah benteng pertahanan musuh berhasil ditaklukkan, Maslamah berteriak, “Di manakah orang yang menerobos lorong benteng tadir?” Tidak ada seorang pun yang datang untuk mengakuinya. Dia berteriak lagi, “Sungguh, aku sangat menginginkan ada di antara kalian yang mengakuinya.”

Seorang lelaki kemudian mendatangi Hajib lalu berkata kepadanya, “Izinkanlah aku menghadap kepada Amir!” Hajib bertanya, “Apakah engkau yang menerobos masuk ke dalam lorong benteng musuh?” Dia menjawab, “Aku akan memberitahukan kepada kalian dan aku akan tunjukkan siapa orangnya.”

Setelah itu, lelaki ini mendatangi Maslamah dan berkata, “Sungguh lelaki yang menerobos lorong benteng ini menawarkan kepada kalian tiga syarat. Pertama, kalian tidak mencatatkan namanya pada lembaran kertas lalu dilaporkan kepada Khalifah. Kedua, jangan kalian meminta kepada Khalifah agar memberi imbalan apapun kepadanya, baik berbentuk hadiah ataupun upah. Ketiga, kalian tidak boleh bertanya siapa orangnya.”

Maslamah, sang pemimpin pasukan itu pun berkata, “Biarlah balasannya untuk dirinya sendiri.” Maka, berkatalah laki-laki itu, “Sayalah orangnya Tuan.”

Setelah peristiwa itu berlalu, pada setiap selesai salat, Maslamah bin Abdul Malik selalu berdoa, “Ya Allah, jadikan lah aku seperti lelaki yang pernah menakluk kan benteng itu.” (Tarikh Dimasyq, Yusuf A1-Qaradhawi, Dalam Pangkuan Sunnah, hlm. 29)

Sumber : Asmaul Husna untuk Hidup Penuh Makna

Facebook Comments
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *