Banyak Warga Masih Curi-curi Mudik, Kang Emil: Bukan Menghalangi Untuk Silaturahmi, Tapi Untuk Melindungi Dari Virus



banner 500x500

Hajinews – Bandung – Meski larangan mudik sudah diterapkan, masih banyak warga yang curi-curi kesempatan buat pulang kampung.

Padahal larangan mudik ini diterapkan sebagai pencegahan menyebarnya virus Covid-19.

Bacaan Lainnya

banner 800x800

banner 400x400

Kesungguhan polisi menerapkan larangan mudik lebaran 2021 ini bisa dilihat dengan adanya 120 titik penyekatan di daerah Jawa Barat.

Enggak cuma jalur utama saja, beberapa jalur alternatif juga ikut dipantau oleh polisi.

“Nanti ada penyekatan baik itu di jalur tol, mapun di jalur biasa yang digunakan oleh roda dua maupun roda empat,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, yang dikutip GridOto.com dari Tribun Jabar.

Larangan mudik berlaku lebih cepat atau berlaku sejak 22 April 2021 hingga 24 Mei 2021 dari rencana semula yang berlaku 6-17 Mei 2021.

Ditemui seusai rapat koordinasi kepala daerah seluruh Indonesia bersama Presiden RI secara virtual, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuturkan Presiden khawatir jika aktivitas masyarakat tidak dibatasi karena merasa sukses vaksinasi, Indonesia akan bernasib sama seperti India.

“Presiden punya rasa kekhawatiran terkait mudik. Berkaca pada India yang merasa sukses kemudian terjadi pelonggaran. Tadi Presiden menitipkan agar mudik betul-betul dilarang dan diperketat,” ujarnya di kantor Badan Penghubung Jabar di Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Menurut Gubernur, pemerintah melarang mudik bukan untuk menghalangi silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman, tapi melindungi masyarakat dalam kerangka yang lebih besar, yakni keselamatan bangsa dan negara.

Sejak instruksi larangan mudik dikeluarkan pemerintah pusat, Jabar sudah menyiapkan strategi pembatasan penyekatan di sejumlah titik guna mengantisipasi pergerakan pemudik.

“Jabar sudah menyiapkan rencana pembatasan penyekatan di jalan utama dan jalan tikus,” katanya.

Di lain pihak, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang bekerjasama dengan aparat kepolisian memastikan bakal menyiapkan 11 check point untuk melakukan penyekatan pemudik setelah adanya larangan mudik lebaran tahun ini.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, 11 check point untuk penyekatan pemudik tersebut akan disiapkan di setiap pintu-pintu masuk dan berbagai perbatasan Kabupaten Sumedang.

“Mulai dari perbatasan Jatinangor, Cimanggung, Cikaramas, Buahdua, Surian, Cibugel, Tomo, Wado, dan lainnya,” ujarnya di Gedung Negara, Kamis (22/4/2021).

Atas hal tersebut, kata Dony, bagi siapapun warga yang datang dari luar Sumedang, nantinya harus didata oleh Satgas Covid-19 lalu harus dilakukan swab test.

“Jika ada yang lolos mudik, maka wajib melakukan isolasi mandiri selama lima hari dan di awasi oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Itulah ikhtiar kami untuk menjaga keselamatan jiwa dan kesehatan masyarakat Kabupaten Sumedang,” ucapnya.

Sebelumnya, Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, mengatakan, untuk melakukan penyekatan pemudik, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 550 personel dan nantinya akan dibagi menjadi 3 shift.

“Kami berharap masyarakat yang berada di luar Sumedang untuk tidak mudik ke Sumedang,” kata Eko. (dbs).

Facebook Comments
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *