Serukan Belanja, Sri Mulyani Disebut Biang Kerok Tanah Abang Penuh Sesak

Menkeu Sri Mulyani. /Biro Pers Setpres/Lukas/


banner 500x500

Hajinews — Membludaknya pengunjung di Pasar Tanah Abang, Jakarta baru-baru ini tak luput dari sorotan publik Tanah Air. Sementara itu beberapa warganet menyebut Sri Mulyani yang jadi penyebabnya.

Pasalnya, di tengah upaya pemerintah menekan jumlah kasus dan penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak, pemandangan sebaliknya justru terjadi di pusat perbelanjaan Ibu Kota.

Bacaan Lainnya

banner 800x800

banner 400x400

Bahkan, video yang menunjukkan kerumunan di Pasar Tanah Abang kini banyak tersebar dan viral di media sosial.

Namun demikian, terlepas dari usaha pemerintah yang kini memperketat mobilitas masyarakat dengan segala kebijakannya, nyatanya kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani kini jadi sorotan.

Membludaknya pengunjung Pasar Tanah Abang disebut-sebut sebagai imbas pernyataan Sri Mulyani yang menyerukan masyarakat untuk berbelanja.

Ditambah momentum jelang Hari Raya Idulfitri yang semakin memperparah kondisi dan kerumunan pun tidak dapat terhindarkan.

Menanggapi hal ini, tokoh NU, Umar Syadat Hasibuan atau akrab disapa Gus Umar turut memberi tanggapan.

Ia menyebut imbas ungkapan Menkeu Sri Mulyani menjadi pemicu kerumunan di Tanah Abang saat ini.

“Menkeu suruh belanja, ya rakyat belanja. Kalau sudah kena Covid nanti rakyat yang disalahkan karena abai prokes.”

“Kalau gini ya percuma mudik dilarang karena rakyat abai dengan prokes,” ujarnya melalui akun Twitter miliknya @UmarAlChelsea seperti dikutip Galamedia Ahad, (2/4/2021).

Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai ekonomi kini sudah kembali bergeliat.

Berkaitan dengan itu, ia meminta masyarakat untuk berbelanja menjelang Lebaran seperti membeli baju baru.

“Ada bagusnya juga Lebaran tetap pakai baju baru. Beli baju baru supaya walaupun Zoom nanti pakai baju baru sehingga muncul aktivitas di masyarakat bisa terjadi.”

“Jadi saya harapkan masyarakat tetap menyambut ini dengan gembira, dengan bersyukur namun kita juga menjaga supaya risiko terjadinya penularan tidak terjadi,” ujar Sri Mulyani, Kamis, 22 April 2021.(dbs)

Facebook Comments
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *