Hikmah Malam : Empat Golongan yang Tidak Dipandang Allah di Malam Lailatul Qadar

Ilustrasi


banner 500x500

 

Hajinews.id – Sudah sangat sering mendengar anjuran dan ajakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah di 10 hari terakhir bulan Ramadan.

Bacaan Lainnya

banner 800x800

banner 400x400

Lailatul Qadar suatu malam yang kemuliaannya melebihi dari seribu bulan. Seribu bulan kurang lebih sama dengan 83 tahun. Padahal umur manusia kebanyakan antara 60 sampai 65 tahun tidak jauh dari umur Nabi Muhammad SAW itu jika perhitungan 1.000 bulan menurut ukuran dunia.

Jika 1.000 bulan menurut ukuran akhirat tentu akan jauh lebih lama. Menurut surat Al-Hajj ayat 47″..Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhan-mu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu”. Seribu tahun sama dengan satu harinya akhirat. Sehingga, sangatlah rugi orang yang menjumpai Ramadan tapi tidak mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar.

Dengan keistimewaan yang sangat tinggi tentu tidak semua orang mendapatkan Lailatul Qadar. Ada empat golongan yang tidak dipandang oleh Allah SWT saat Lailatul Qadar, dilansir berbagai sumber.

1. Orang yang meminum khamar

Meminum khamar seperti meminum alkohol, narkoba, sabu-sabu, ganja, dan sejenisnya adalah akar dari segala kejahatan dan sangat mudah sekali untuk melakukan perbuatan mungkar. Orang yang meminum khamar juga tidak akan diterima amal ibadahnya selamat 40 hari bagaimana mungkin akan mendapatkan Lailatul Qadar

2. Orang yang durhaka kepada kedua orang tua

Durhaka kepada orang tua adalah perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah. Kepada orang tua yang musyrik Allah tetap memerintahkan kepada anak untuk berbuat baik kepadanya, apalagi kepada orang tua yang seiman. Sabda Rasulullah SAW: Ridanya Allah bergantung pada ridanya orang tua dan kemurkaan Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua. Oleh karena itu marilah kita berbuat baik kepada kedua orang tua kita.

3. Orang yang tidak bertegur sapa dengan saudara hingga lebih dari 3 hari

Siapakah yang merasa enak dan nyaman jika dengan saudaranya sendiri bermusuhan. Tegur sapa adalah dasar dari suatu hubungan. Sehingga dengan saudara sampai tidak bertegur sapa sangatlah tidak manusiawi. Dan Allah pun memberikan konsekuensi dengan tidak memandang orang yang tidak bertegur sapa dengan saudaranya.

4. Orang yang memutuskan hubungan tali silaturahmi

Memutuskan tali persaudaraan bukanlah hal yang diperbolehkan dalam Islam. Sebab, Islam mewajibkan setiap manusia menjalin silaturahmi dengan siapa pun. Memutuskan tali silaturahmi merupakan dosa besar dan sangat tidak disukai oleh Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 1 yang artinya:

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.”

Sebenarnya apa sih makna dari silaturahmi?

Silaturahmi dalam istilah syariat, berkunjung dan bertemu dengan orang lain, baik kerabat maupun bukan. Namun, makna lebih tepatnya lagi adalah berbuat baik kepada kerabat dengan berbagai bentuk kebaikan.

 

Facebook Comments
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *