Info Haji Terbaru! Masa Tinggal Jamaah Haji Dipangkas Jadi Tiga Hari

Pelaksanaan ibadah Haji (foto: alinea)


banner 500x500

 

 

Bacaan Lainnya

banner 800x800

banner 400x400

 

Hajinews.id – Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan rencana alur pergerakan jamaah haji 1442H/2021M. Dalam alur pergerakan tersebut, ada beberapa pembatasan rangkaian ibadah haji dengan alasan protokol kesehatan.

Salah satu yang dibatasi adalah masa tinggal jamaah haji di Kota Madinah. Jika pada masa sebelum pandemi, masa tinggal jemaah haji di Madinah adalah delapan hari 12 jam, maka di masa pandemi be­rubah menjadi tiga hari saja. ­

Ini diduga akan berdampak pada ibadah-ibadah sunah yang biasanya dilaksanakan jamaah haji Indonesia di kota nabi tersebut.

“Salah satunya di masa pan­demi ini tidak memungkinkan kita untuk melaksanakan sa­lat 40 waktu berjamaah di Masjid Nabawi atau yang biasa dikenal dengan Arba’in,” ungkap Praktisi Jaji KH Ahmad Baidhowi dalam keterangan­nya, Kamis (29/4).

Namun, Baidhowi menyam­paikan jamaah tidak perlu berkecil hati bila tidak mem­peroleh kesempatan melaks­anakan arba’in.

“Jika ada pertanyaan, apa hukumnya meninggalkan arba’in? Ya tidak apa-apa. Karena arba’in termasuk ibadah sunah. Me­ninggalkan ibadah sunah tidak ada denda, tidak berdosa,” jelas Baidhowi.

Apalagi, alasan tidak melaks­anakan arba’in di masa pan­demi ini bertujuan untuk mencegah kemungkinan penyebaran Covid-19. “Dalam masa pandemi ini, menjaga diri agar tidak tertular atau menularkan Covid-19 lebih wajib hukumnya,” urainya.

“Jamaah tidak perlu takut tidak bisa memperoleh fad­hilah arba’in. Karena ternya­ta ada ibadah lain yang dapat kita laksanakan, yang fadhilah-nya sama dengan kita melaks­anakan arba’in, yakni akan terbebas dari api neraka, se­lamat dari azab, serta terbebas dari kemunafikan,” sambung Baidhowi.

Ia pun menyebut ada ama­lan lain yang dapat dilakukan untuk mengganti salat arba’in.

Pertama, melaksanakan salat berjamaah selama 40 hari berturut-turut. “Jika ja­maah haji bermaksud menda­patkan fadhilah arba’in yang hilang, maka sekembalinya ke Tanah Air dapat mencari ganti dengan melakukan sha­lat berjamaah selama 40 hari,” katanya.

Kedua, melaksanakan salat berjamaah di hotel-hotel penginapan. “Kita tentunya berharap dengan berjamaah ini kita juga memperoleh pa­hala dengan mengambil keu­tamaan tanah haram,” tutur­nya.

Ketiga, melaksanakan iba­dah-ibadah sunah yang di­anjurkan selama di Madinah. “Misalnya, kita dianjurkan untuk memperbanyak puasa dan sedakah selama di Madi­nah. Itu dapat kita lakukan. Dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan,” imbuh­nya.

Pada dasarnya, penghorma­tan kepada nabi bukan hanya kedatangan di depan makam Nabi SAW, tetapi paling pen­ting diharapkan bacaan sela­wat yang dibaca setiap saat.

 

Facebook Comments
banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *